^Katakan dengan Kata^

it’s the freedom of me

SMA N 1 Bukittinggi Februari 4, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 10:16 am

PROFIL SEKOLAH

Dikenal, diincar, dan berprestasi. Tiga kata itu cukup menggambarkan sekolah yang terletak di Jl. Syech M. Jamil Jambek No.36 Bukittinggi ini. Bangunannya memang tampak seperti bangunan Belanda. Sekolah ini, jelas Bapak Drs. Yofrizal selaku wakil humas, dulunya merupakan harta rampasan perang Belanda dan Jepang. Harta ini digunakan untuk pembangunan sekolah. Ada dua sekolah di Indonesia yang dibangun dengan harta rampasan perang ini pada tahun 1959, yaitu SMA N 1 Bukittinggi dan SMA N 1 Yogyakarta. “Bangunannya persis sama,” jelas Bapak Yofrizal. Sekolah yang mendidik 1014 orang siswa ini juga dikenal dengan SMA 1 Landbow karena dulunya sekolah ini daerah pertanian. SMA Negeri 1 Bukittingi lahir dari pemekaran SMA negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA 2 Bukitinggi sekarang) pada tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dngan SMA Negeri 1B dan pada tahun 1958 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M Jamil Jambek No.36 (Lanbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera Tengah. Luasnya bangunan memungkinkan sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap. Sesuai jadwal, para siswa belajar di laboratorium fisika, kimia, biologi, bahasa, dan matematika. Begitu pula dengan lab computer. Sekolah ini memiliki tiga lab computer. Lab pertama dan kedua digunakan hanya untuk mempelajari ilmu computer dasar, seperti Microsoft Office. Sedangkan lab ketiga khusus untuk multimedia, mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat sesuai jurusan masing-masing. Misalnya, untuk siswa jurusan IPA belajar Autocad dan IPS belajar computer akuntansi. Sekolah ini juga memiliki masjid yang pembangunannya didanai oleh alumni-alumninya. Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga digunakan untuk shalat Jumat oleh warga sekolah. Di sebelah masjid, terdapat ruang perpustakaan yang sudah terakreditasi A. Perpustakaan ini menyediakan 900.000 buah buku untuk dibaca para siswa. Baik itu, buku pelajaran, buku sastra, ensiklopedia, dan lainnya. Di dalam perpustakaan ini juga disediakan tempat untuk berdiskusi, tempat bersekat bagi yang ingin membaca serius, dan ruang untuk menonton televisi. Menurut, salah seorang petugas perpustakaan, setiap jam istirahat, perpustakaan ini selalu ramai dikunjungi siswa.Lingkungan sekolah pun tampak asri. Taman ada di mana-mana, menyejukkan setiap mata yang memandangnya. Ruang serbaguna juga ada. “Biasanya, perpisahan atau acara-acara sekolah diadakan di sini,” ujar Bapak Yofrizal sembari mengajak P’Mails memasuki ruangan itu. Sekolah yang dikepalai oleh Drs. Taswar, SE, M. Pd ini memiliki 29 kelas yang terdiri dari kelas akselerasi dan SBI. Kelas Akselerasi biasanya hanya dihuni oleh belasan hingga dua puluhan siswa, tetapi untuk kelas SBI ditempati oleh lebih kurang 30 orang siswa. Kelas yang tidak biasa inilah yang membuat uang SPP di sini beragam. Uang sekolah berkisar antara Rp 70.000,00/ bulan hingga Rp 145.000,00/ bulan. Uang sekolah itu digunakan untuk belajar tambahan di sekolah, fasilitas belajar, pengadaan computer di kelas, dan loker untuk setiap siswa yang letaknya di dalam kelas masing-masing. Sekolah ini pernah mendapatkan peringkat I rata-rata NEM se Sumatera Barat Tahun 1996 s/d 2000, peringkat II rata-rata NEM IPA dan IPS se Sumatera Barat tahun 2003/2004, dan peringkat II rata-rata Nem IPA dan VI NEM IPS se Sumatera Barat tahun 2004/2005. Untuk urusan ekstrakurikuler, SMA N 1 Landbow tak ingin ketinggalan. Sekolah yang mempunyai visi “Unggul dalam IPTEK dan imtaq” ini pernah mengutus siswanya hingga berhasil menjadi paskibra Sumatera Barat. Selain itu, sekolah ini juga mempunyai Forum Studi Islam. Kegiatan pramuka, olahraga, band juga eksis di sini. Meskipun latihannya tidak mempunyai jadwal tetap, tetapi jika akan ada lomba atau event tertentu barulah mereka berlatih secara rutin. Prestasi pun menjamur di sini, baik dari segi akademis maupun non akademis. Misalnya saja, dua siswa yang mengikuti Olimpiade Olahraga Nasional ini. Adit Abdillah untuk cabang karate dan atletik, serta Denisa Rani untuk cabang atletik. Tiga orang siswa SMA N 1 ini juga mewakili Sumatera Barat mengikuti Olimpiade Sains tingkat Nasional 2008 di Makassar, yaitu Andra Aditya untuk Matematika, Davis Rozano Bestari untuk Kimia, dan Meilina untuk Ilmu Komputer. Tak hanya itu. Raden Aryo Febrian juga memenangkan lomba debat konstitusi Hukum UNAND 2008 dan Lomba Debat Antar Pelajar SMA se-Sumatera Barat yang diadakan P’mailovers tahun 2008 lalu. Dua orang siswanya juga mengikuti pertukaran pelajar. Miftahul Khairi, kelas XII SBI sudah berada di Amerika Serikat kini, sedangkan Arum Tri Hadininsih, kelas XI akselerasi hingga kini masih mengecap pendidikan di Jepang. Guru-guru pun tak mau kalah dengan siswa-siswanya. Dua orang guru, yaitu Ibu Afdaleni, S. Si dan Ibu Fitriyati, S.Pd pernah magang ke Australia tahun 2008 lalu. Berbicara masalah peraturan, sekolah ini tak main-main. Ketika siswa sudah memutuskan untuk bersekolah di sini, maka ia harus menyetujui perjanjian di atas kertas bersegel dengan materai 6000. Jenis kesalahan pun sudah dikotak-kotakkan. Untuk kesalahan berat, seperti mengonsumsi narkoba, berkelahi, melawan guru, akan segera didepak dari sekolah itu. Tetapi, untuk kesalahan yang bisa dimaafkan seperti cabut pada jam pelajaran, seragam tak rapi, akan mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah. (Maghriza Novita Syahti) *P’Mails edisi 172

 

Perilaku Merokok Februari 4, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 10:05 am

WAWANCARA DENGAN Drs. Mudjiran, M.Pd., Kons (KONSELOR, DOSEN PSIKOLOGI UNP)

rokok2

Apa yang menyebabkan orang tidak bisa berhenti merokok atau jika bisa akan membutuhkan waktu yang lama untuk berhenti?

Ketergantungan psikologis dan ketergantungan nikotin. Perokok tidak bisa menahan keinginan untuk merokok tersebut karena beberapa faktor, misalnya faktor kebiasaan. Merokok sudah menjadi kebiasaan rutin dan menjadi perilaku otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan disadari. Jika lingkungan memfasilitasi, akan sulit bagi perokok untuk berhenti. Misalnya, teman-teman kantor atau sekolah juga merokok. Jika ada stimulus yang memungkinkan untuk merokok, maka seseorang cenderung merokok.

Nikotin yang ada di dalam rokok itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat sehingga memacu sistem dopamine. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sedangkan pada jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan serotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Apa saja dampak psikologis yang ditimbulkan dari perilaku merokok?

Merokok mempengaruhi perilaku dan psikologis seseorang. Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku, dan fungsi psikomotor. Misalnya, kurang energi, egois, frustasi, kegugupan, konsentrasi rusak, pusing, mengantuk, kelelahan, insomnia, detak jantung tidak teratur, berkeringat, ketagihan rokok, perasaan bersalah, isolasi sosial, depresi, masalah kerja atau sekolah, dan lain sebagainya.

Kenapa perokok selalu bereaksi menentang atau marah jika dilarang merokok, bahkan cenderung berbohong?

Perilaku itu merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri. Perokok cenderung berasionalisasi dan mencari-cari alasan karena tidak ingin dilarang untuk merokok.

Apakah benar merokok dapat mengatasi stress?

Merokok tidak ada kaitannya sama sekali dengan stress, depresi, atau pun masalah psikologis lainnya. Jika ada orang yang merokok untuk mengatasi stress, maka perilaku merokok itu hanya sebuah pelarian. Merokok hanya melupakan sementara saja stressor (penyebab stres) karena untuk sementara waktu konsentrasi beralih pada rokok dan stressor terlupakan. Tetapi, setelah selesai merokok, konsentrasi akan kembali lagi pada stressor tersebut.

Menurut Survei Sosial Ekonomi (Susenas), prevalensi merokok pada perempuan dewasa meningkat dari 1,3% pada tahun 2001 menjadi 4,5% pada tahun 2004. Kenapa perempuan juga merokok dan jumlah perokok perempuan meningkat, Pak?

Perempuan yang merokok mempunyai pengendalian diri yang kurang. Perempuan cenderung stress dan menganggap rokok efektif untuk mengatasi stress. Perempuan labil secara emosional sehingga menjadikan rokok sebagai pelarian.

Bagaimana dengan remaja yang merokok, Pak? Bagaimana dampaknya?

Banyak faktor yang mempengaruhi remaja merokok. Pengaruh orangtua salah satunya. Jika orangtua merokok, berkemungkinan anaknya juga merokok karena anak mengalami proses identifikasi (meniru) tingkah laku orangtua. Kebanyakan remaja merokok karena alasan pergaulan.Remaja perokok kemungkinan besar teman-temannya juga perokok aktif. Apalagi remaja rentan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Faktor kepribadian juga mempengaruhi.Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Perilaku merokok ini tak terlepas dari pengaruh iklan rokok di media. Remaja yang merokok mempunyai waktu yang lebih lama untuk mengalami ketergantungan, mengalami kehilangan kepercayaan diri dari usia remaja, dan cenderung berbohong pada orangtua dan guru. Sebenarnya, perokok laki-laki juga mengalami isolasi sosial karena sebagian besar lawan jenisnya tidak menyukai pria perokok.

Perilaku merokok pada remaja dapat meningkatkan resiko munculnya gangguan kecemasan pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Bagaimana tentang pernyataan tersebut, Pak?

Ya, akan banyak muncul kecemasan-kecemasan pada masa remaja akhir dan dewasa awal tersebut. Misalnya, perasaan bersalah, kecemasan akan mengalami impotensi, kecemasan bahwa pasangan tidak akan dapat menerima dirinya.

Bagaimana penanganan bagi mereka yang merokok?

Yang paling efektif itu adalah pengendalian diri, bagaimana perokok itu mencoba mengatasi permasalahan tanpa harus merokok. Memotivasi diri untuk tidak merokok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Berbagai keterampilan dan kemampuan juga dibutuhkan. Kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan rasa cemas, dan berani menolak ajakan untuk merokok. Menurut saya, punishment tidak terlalu efektif karena tak semua orang yang taat pada peraturan. Peran orang-orang yang disayangi dan dicintai juga penting. Misalnya, jika istri yang mengingatkan untuk tidak merokok, berkemungkinan larangan itu akan didengar dan dipatuhi. Tak lupa, norma sosial yang menimbulkan efek jera karena malu.

Apa yang membuat mereka yang sudah berhenti merokok, namun kembali merokok?

Setiap orang mempunyai daya tahan psikologis yang berbeda-beda. Kemungkinan, mereka ini mempunyai daya tahan psikologis yang masih rapuh. Ada sebagian dari mereka yang belum mampu mengendalikan diri dan belum menemukan strategi untuk mengatasi keinginan itu.

(Maghriza Novita Syahti)

 

Bertemu Pak Liang Februari 4, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 9:33 am

Di Gramedia, 31 Januari lalu, aku bertemu Pak Liang, yang lebih dikenal dengan nama K. Saruli. Beliau adalah guru olahragaku di SMA Negeri 3 Padang. Sudah lama tak bertemu beliau. Ternyata, Pak Liang masih mengingatku, mengingat namaku. Dulu, semasa SMA, aku pernah mewawancarai beliau. Menulis tentang profilnya. Pak Liang merupakan salah satu guru favoritku dari TK hingga kuliah kini. Satu hal yang unik dari Pak Liang, jika guru olahraga kebanyakan hanya mengajarkan teori dan praktek olahraga, maka beliau selalu memberikan materi motivasi pada beberapa kali pertemuan.
Sehari setelah aku mewawancarai beliau, aku diminta menemuinya. Tak kukira aku akan diberikan sebuah pena yang tak biasa dan termometer berbentuk singa.
“Pena ini dwifungsi. Ujung ini pena biasa, ujung satunya lagi jika dituliskan tak dapat dilihat mata biasa. Jadi, melihatnya dengan menyalakan ini. Seperti senter kecil. Terus menulis ya, Opie,” jelas Pak Liang.
Aku mengangguk-angguk mengerti. Kemudian, kuamati termometer di dalam kotak itu.
“Termometer ini kebetulan souvenir dari Singapore. Semoga bermanfaat aja,” lanjut Pak Liang.
Aku berterima kasih sekali kepada beliau. Berterima kasih tak hanya untuk pena dan termometer yang beliau berikan itu. Tapi, untuk sebuah penghargaan yang beliau berikan pada seorang anak SMA yang menjadi reporter sekolah.

 

Idola Masa Kecil Februari 4, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 9:09 am
Tags:

*Ide menuliskan masa kecilku ini muncul ketika mengobrol dengan Nilna di ruangan P’mails.

Entah berapa usiaku ketika itu, ketika di televisi mulai ditayangkan serial Power Rangers dan Satria Baja Hitam. Aku tak begitu mengingatnya karena otakku belum berkembang sempurna semasa itu. Yang kuingat adalah setiap sore, aku duduk manis di depan televisi untuk menonton Satria Baja Hitam.

images Melihat aku antusias sekali untuk menonton, Mama mengajukan syarat padaku. Syaratnya, harus mandi dulu sebelum menonton televisi. Kalau belum mandi, tak boleh nonton. Syarat itu sempat membuatku uring-uringan karena ketika itu aku malas sekali mandi. Aku setuju dengan syarat itu demi Satria Baja Hitam, jagoan berwujud belalang yang tampak keren dengan sepeda motornya. Setelah mandi, buru-buru aku menghidupkan televisi. Menunggu-nunggu Satria Baja Hitam itu beraksi. Aku meminta Papa membelikan album soundtrack film itu. Sekali kuminta, Papa tampak tak peduli. Mungkin, beliau pikir, tak ada gunanya kaset itu. Paling hanya keinginan sesaat. Kuminta lagi pada Papa. Papa malah bilang bahwa aku tak akan mendengarnya, hanya untuk koleksi saja. Jadi, menurut Papa tak ada gunanya dibeli. Hmmm, susah sekali ‘gencatan senjata’ untuk mendapatkan album soundtrack Satria Baja Hitam ini. Mau tak mau, rela tak rela, suka tak suka, aku terpaksa mengeluarkan jurus terjituku: menangis. Hohoho, tampaknya jurus ini berhasil, pemirsa! Sore itu juga, setelah menonton Satria Baja Hitam, Papa mengajakku ke toko kaset. Akhirnya, aku mendapatkannya. Ternyata kaset itu berbonus poster. Aku senang tak terkira. Aku menempel poster itu di kamar, tepat di atas kepalaku. Ini poster pertamaku. Ketika kutanya teman-temanku kapan mereka pertama kali menempel poster, mereka jawab ketika SMP. Hmm, tampaknya aku sudah curi start. Kebiasaanku setelah punya kaset itu adalah menyetel kaset itu dengan volume maksimal setiap sore, setelah menonton filmnya. Sempat membuat teman-temanku iri, loh!  Hehehehe. Sayangnya, kini aku tak tahu kaset dan poster itu di mana. Kutelepon ia menanyakan keberadaannya, tak diangkatnya. (???) Oya, kini aku ingin soundtrack Satria Baja Hitam itu lagi.

power-rangers_turborangerAku juga tak pernah absent menonton Power Rangers. Dulu, aku naksir Ranger Merah dan selalu bermimpi menjadi Ranger Pink. Hehehe. Selalu tertawa terkekeh-kekeh ketika Power Rangers berhasil melawan musuhnya yang bermacam bentuk itu. Menirukan gaya mereka ketika berubah menjadi Ranger. Mencemaskan mereka ketika melawan musuh sendirian dan merasa menang ketika mereka sudah menggabungkan kekuatan. Menonton Power Rangers membuatku terkena ’syndrome Alpha’. Syndrome Alpha mempunyai gejala:
1. Menirukan gaya bicara Alpha, suaranya, dan kata-kata ‘Ayayay’-nya itu.
2. Berjalan seperti Alpha, robot dengan bentuk aneh itu.
3. Ketika bermain Power Rangers dengan teman-teman, Anda selalu dicalonkan menjadi Alpha karena Anda bisa menirukan Alpha.
Syndrome Alpha ini sering membuatku ditegur Mama karena berbicara seperti orang bodoh dan membuat Papa memanggilku Alphanda. Yah, Mama…Ini keren, Ma. Jadi, syndrome Alpha itu hanya muncul ketika aku bersama teman-temanku saja. Hehehe. Jadi, jika Anda mempunyai ketiga gejala syndrome Alpha, berhati-hatilah karena Mama Anda akan menegur Anda dan nama Anda diganti dengan Alphanda.

doraemonIdola berikutnya adalah Doraemon. Kucing gendut yang mempunyai kantong ajaib itu tak pernah kulewatkan setiap hari Minggu pagi. Tapi, kini sudah jarang aku menontonnya. Hingga kini, Doraemon masih saja tayang di televisi dan ia tak bertambah besar sepertiku. Masih berteman dengan Nobita yang sepertinya ditakdirkan menjadi anak-anak sepanjang masa. Nobita yang masih saja malas mengerjakan PR dan selalu ingin menunjukkan pada Shizuka tentang alat baru Doraemon. Nobita yang masih sering dikerjai Giant dan Suneo. Hingga kini Doraemon masih menggunakan baling-baling bambu dan pintu ke mana saja. Aku ingin sekali punya alat-alat Doraemon itu. Paling tidak, aku punya tiga saja di antara yang banyak itu: pintu ke mana saja, baling-baling bambu, dan…kantong ajaib (berarti, aku bisa punya semuanya, kan? Haghaghag)

Idolaku ketika kecil itu memang konyol. Ceritanya itu-itu saja dari dulu hingga kini. Power Rangers dan Satria Baja Hitam melawan musuh, kemudian selalu menang. Doraemon juga begitu. Nobita menyatakan keluhannya, kemudian Doraemon mengeluarkan alat dari kantong ajaibnya untuk membantu Nobita. Berlari Nobita ke rumah Shizuka untuk memberitahu alat baru Doraemon itu. Lalu, alat itu selalu disalahgunakan oleh Giant dan Suneo. Kemudian, penyalahgunaan alat itu membuat Doraemon selalu turun tangan. Aku tahu jalan ceritanya, tapi entah kenapa aku masih saja menontonnya. Hehehe. Menonton Doraemon ini ada manfaatnya juga. Pertama kali aku mengetahui Segitiga Bermuda adalah ketika menonton Doraemon. Oya, dulu aku punya banyak koleksi komik Doraemon. Tapi sayangnya kini sudah tak tahu di mana keberadaannya. Mungkin, jika ada, sudah susah dibaca karena sudah kucoret-coret. Hihihi.

Kalau idola masa kecilmu siapa?

 

Akhir Perjalanan Hidup, Ujian, Lalu Liburan Januari 20, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 9:54 am

10 Januari 2009,

Seorang teman harus kehilangan Papanya sore itu, ketika akan kuliah IAD. Januari membuatnya amat sedih karena harus menghadapi tantangan usia masa dewasa awal dan harus menghadapi kenyataan bahwa Papa nya sudah memasuki kehidupan berikutnya. Kuharap Jenny bisa tabah dan memaafkan aku karena tak bisa pergi melayat ke Solok itu.

6 Januari – 14 Januari 2009,

Ujian Akhir Semester 3. Setiap sore belajar bersama Ant, Rani, dan Cia selama beberapa hari itu. Setiap sore berdiskusi di berbagai tempat makan. Belajar sambil wisata kuliner. Sepertinya cara belajar seperti ini lebih baik daripada belajar sendiri, menghafal dan membaca buku sambil mendengarkan musik. Buktinya, aku merasa hasilnya akan lebih baik untuk pemahaman dan ingatan jangka panjang. Ayo, belajar bersama dan berdiskusi! Hohoho…

17 Januari 2009,

Akhirnya ujian selesai. It’s holiday time! Maunya pergi liburan sama mama papa, tapi ditunda dulu. Karena…

Liburan ini aku akan menghabiskan waktu  bersama teman-teman POSITIF, P’mails, dan berencana akan mengunjungi RSJ HB. Saanin bersama teman kuliah, serta mempersiapkan The Effect of Psyhophoria. Selamat liburan, ya! Semoga liburanmu menyenangkan.