<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>^Katakan dengan Kata^</title>
	<atom:link href="http://katakandengankata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://katakandengankata.wordpress.com</link>
	<description>it's the freedom of me</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2009 08:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='katakandengankata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0b24e8c62bf0e4e7a3cbc284a54212cd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>^Katakan dengan Kata^</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Panik</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/05/23/panik/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/05/23/panik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 08:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPie belajar Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[dunia P'Mails]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Emil kini senang tak terkira. Ia akan ke Jepang beberapa menit lagi untuk pertukaran pelajar itu. Ketika tiba di bAndara, tiba-tiba ia merasa dadanya ditekan. Napasnya sesak. Ingin pingsan saja, katanya. Emil panic. Tiba-tiba diurungkannya niatnya untuk bepergian dengan pesawat terbang itu. Bertanya-tanya Emil pada temannya, apakah ia sedang mengalami serangan panic atau tidak.
Dijawabnya oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=302&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Emil kini senang tak terkira. Ia akan ke Jepang beberapa menit lagi untuk pertukaran pelajar itu. Ketika tiba di bAndara, tiba-tiba ia merasa dadanya ditekan. Napasnya sesak. Ingin pingsan saja, katanya. Emil panic. Tiba-tiba diurungkannya niatnya untuk bepergian dengan pesawat terbang itu. Bertanya-tanya Emil pada temannya, apakah ia sedang mengalami serangan panic atau tidak.</p>
<p>Dijawabnya oleh temannya. Serangan panic merupakan perasaan teror yang datang menyerang secara tiba-tiba tanpa peringatan. Istilah &#8220;panik&#8221; berasal dari kata Pan, dewa Yunani yang setengah hantu, tinggal di pegunungan dan hutan, dan perilakunya sangat sulit diduga. Gangguan panik biasanya timbul pada usia muda dan dewasa (pertengahan 30an). Panik ini dapat juga timbul pada usia muda dan usia lanjut. Panik sebenarnya adalah kondisi alami pada setiap orang. Panik dalam hal ringan, yang datang sesekali, adalah hal biasa. Yang perlu diwaspadai adalah jika cemas atau panic datang berulang-ulang dalam kadar tinggi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika ini terjadi, sebaiknya kita memperhatikan kondisi fisik kita. Tak jarang muncul rasa mual, pusing, diare, tubuh gemetar, daya penglihatan dan konsentrasi menurun.  Pada serangan yang hebat, penderita merasa seperti tercekik atau jiwanya keluar dari tubuh sehingga ia sering takut jangan-jangan menjadi gila atau mau mati.</p>
<p>Serangan panik dapat terjadi kapan saja bahkan waktu tidur sekalipun. Umumnya serangan akan memuncak dalam waktu 10 menit, namun beberapa gejala akan berlangsung lebih lama. Individu yang mengalami serangan panik berusaha untuk melarikan diri dari keadaan yang tidak pernah diprediksi. Gangguan panik merupakan gangguan dengan sedikitnya ada tiga serangan dalam waktu tiga minggu. Pada saat itu penderita tidak dalam gangguan fisik yang berat, dan tidak pula dalam situasi yang mengancam kehidupanya. Serangan ini dapat terjadi di mana saja.</p>
<p>KENAPA PANIK MUNCUL?</p>
<p>Banyak factor yang menyebabkan munculnya serangan panic, baik factor fisik maupun psikis. Seseorang dapat mengalami kepanikan karena ia mempersepsikan sesuatu secara berlebihan. Padahal, situasi ia alami belum tentu seseram yang ada di kepalanya. Bagi teman-teman yang senang berimajinasi secara berlebihan, berhati-hati pula. Mereka yang senang berimajinasi berlebihan, perfeksionis atau kaku, biasanya lebih rentan terserang panic.</p>
<p>Factor-faktor genetis dan kesehatan fisik ternyata juga ikut berperan. Teman-teman yang punya riwayat serangan panic dalam keluarga, berkemungkinan mengalami serangan panic pula. Pada mereka ini, serangan panic bisa muncul tiba-tiba, meskipun kondisi fisik baru sedikit menurun. Banyak hal lain yang memicu munculnya panic. Mungkin saja, kehilangan orang yang dicintai, pemutusan hubungan kerja, perceraian, dan lain sebagainya.</p>
<p>WASPADAI SERANGAN PANIK</p>
<p>Gejala serangan panic ini memang mirip dengan gelaja serangan jantung. Hal ini membuat orang-orang biasa berdatangan ke Unit Gawat Darurat atau dokter spesialis jantung/ oenyakit dalam. Di bawah ini dituliskan gejala-gejala serangan panik yang biasa terdapat pada orang yang mengalami serangan panik. Bila ia mengalami 5 dari gejala ini yang berlangsung tiba-tiba dan berlangsung lebih kurang 10 menit, maka dia dapat dikatakan mengalami serangan panik.<br />
1. Jantung berdebar dan peningkatan denyut jantung<br />
2. Berkeringat<br />
3. Badan terasa gemetar atau berguncang<br />
4. Perasaan napas yang pendek<br />
5. Perasaan seperti tercekik<br />
6. Sakit dada atau perasaan tidak nyaman<br />
7. Mual atau merasa tidak enak di perut<br />
8. Merasa pusing, tidak stabil, kepala terasa ringan atau pingsan<br />
9. Perasaan tidak nyata, merasa diri dan lingkungan seperti asing<br />
10. Takut kehilangan kontrol atau menjadi gila<br />
11. Takut mati<br />
12. Kesemutan atau seperti baal<br />
13. Rasa seperti terbakar atau kepanasan</p>
<p>ATASI PANIK</p>
<p>Jika Anda mengalami gejala tersebut sering dan disertai gangguan fungsi pribadi dan sosial, Anda seharusnya segera berobat ke dokter kesehatan jiwa. Dokter kesehatan jiwa pertama kali akan menyingkirkan terlebih dahulu adanya kemungkinan diagnosis penyakit jantung atau penyakit yang dapat memberikan gejala-gejala mirip seperti serangan panik seperti gangguan tiroid (gondok). Bila semua sudah disingkirkan maka diagnosis gangguan panik dapat ditegakkan.<br />
Pengobatan gangguan panik meliputi pengobatan dengan obat dan psikoterapi. Biasanya pasien akan mendapatkan obat dalam jangka waktu tertentu (minimal 3 bulan) sambil terus dilatih agar bila serangan paniknya datang, pasien dapat mengatasinya. Pasien gangguan panik biasanya juga mempunyai latar belakang masalah psikologis yang nyata sehingga dokter kesehatan jiwa akan berusaha membantu pasine mengatasi hal tersebut.<br />
Jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter kesehatan jiwa bila mengalami gangguan panik.</p>
<p>Menurut medikaholistik,com, ada beberapa latihan yang dapat membantu Anda untuk mengatasi serangan panik. Kita perlu untuk hidup teratur. Panik ini bisa saja muncul setelah kita mengalami kelelahan berlebihan. Nah, tidur yang cukup dan membuat jadwal mingguan akan membuat kita mampu membagi waktu dengan benar.</p>
<p>Selain itu, Anda harus mengamati sendiri bila gejala serangan panik mulai timbul. Misalnya saja Anda dapat membawa secarik kertas yang bertuliskan PERHATIAN ! ataupun yang diberi warna kuning atau merah. Kemudian setelah Anda mengetahui bahwa Anda akan mengalami serangan panik Anda dapat melakukan pernafasan perut atau teknik relaksasi . Sebenarnya, teknik ini merupakan teknik pengalihan pikiran yang dapat berupa : menonton film kartun, membaca novel, membaca kata-kata dengan huruf terbalik, mengunyah permen karet, melihat benda-benda sekitar, mendekatkan dua jari sedekat mungkin berulang-ulang.</p>
<p>(MaghrizaNovita Syahti/P&#8217;Mails edisi 17 Mei 2009, berbagai sumber)</p>
Posted in dunia P'Mails, OPie belajar Psychology  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=302&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/05/23/panik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Lokasi Bencana</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/17/mengunjungi-lokasi-bencana/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/17/mengunjungi-lokasi-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 06:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[school news]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah catatan harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/17/mengunjungi-lokasi-bencana/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, hari ini berkesempatan ke sana. Ini kali ketiga teman-teman Psikologi UNP ke lokasi bencana itu setelah Selasa dan Sabtu lalu.  Pukul 9 pagi, aku dan tiga belas orang teman lainnya (2006, 2007, 2008) berangkat dari kampus menuju terminal Aur Kuning. Mencari bus ke Batusangkar yang berangkat cepat, tanpa menunggu. Mengkhawatirkan pelajar Sekolah Dasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=300&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya, hari ini berkesempatan ke sana. Ini kali ketiga teman-teman Psikologi UNP ke lokasi bencana itu setelah Selasa dan Sabtu lalu.  Pukul 9 pagi, aku dan tiga belas orang teman lainnya (2006, 2007, 2008) berangkat dari kampus menuju terminal Aur Kuning. Mencari bus ke Batusangkar yang berangkat cepat, tanpa menunggu. Mengkhawatirkan pelajar Sekolah Dasar (karena kami bertujuan ke SD di sana) itu pulang. Lagi-lagi anak-anak. Hehehe. Setelah minggu lalu berhadapan dengan balita di Posyandu Double Care, kini dengan anak SD. Sempat pula menunggu agak lima belas menit. Akhirnya, kami berangkat menuju Batusangkar. Perjalanan yang lebih kurang satu jam itu dimulai. Mini bus itu agak sesak. Dingin, polusi, membikin eneg.  Kami diantar langsung ke Pasie Laweh, tempat lokasi bencana. Berhenti di depan SD 03 Pasie Laweh itu. Sesampai di sana, anak-anak SD itu sedang beristirahat. Berlari ke sana kemari. Bermain bermacam-macam. Berlari pula ke luar pekarangan sekolah. Jajan. Aku dan teman-teman menunggu di ruang guru. Berbincang-bincang dengan Kepala Sekolah, Bapak Nusyirwan, dan beberapa orang guru sembari mempersiapkan segala sesuatunya.   Di sekolah dasar ini, sebagai mahasiswa psikologi, kami hanya memberikan games-games kepada mereka agar (setidaknya) terobati trauma-trauma dan rasa takut mereka.  Aku bersama Wiwit mendapatkan tugas di kelas dua. Kami pun sudah siap dengan beberapa permainan, seperti bola, kertas, pensil, penghapus, tali, balon, dan lain sebagainya. Seperti biasa, kami pun memperkenalkan diri dan mengisi waktu untuk mencairkan suasana. Dua puluh delapan anak yang duduk di kelas dua itu; 9 laki-laki dan 19 perempuan. Perbedaan yang mencolok sekali. Yang laki-laki memang tampak lebih conform, tetapi cukup destruktif. Sedangkan yang perempuan, lebih adem-ayem, mengangguk dan menggeleng saja. Sempat terjadi KDRT (kekerasan dalam rumah tekolah) di sana. Hehheheehe. Untungnya bisa diatasi.  Kami menggambar, menyanyi, dan melipat kertas. Ketika kami membagikan kertas untuk menggambar, mereka tampak tak sabar ingin menorehkan coretan pensil mereka di sana. Bermacam-macam digambarnya. Tetapi, seperti biasa, gambar favorit mereka adalah dua gunung dengan matahari di sela-selanya. Lalu, ada jalan panjang lurus atau pun berbelok. Rumah kecil dan kolam. Ada pula yang menggambar gunting karena ada gunting di atas mejanya. Yang agak berbeda, ada yang menggambar roket, kelinci, dan kapal. Bagus, meskipun hanya menggunakan pensil, tanpa warna. Aku bangga dengan keberanian dan percaya diri mereka. Ketika diminta menyanyi, lima orang rebutan untuk ke depan. Menggeleng-geleng aku dan Wiwit mendengar lagu yang mereka nyanyikan. Kangen Band. Hehehe.  Setelah bermain di dalam kelas, kami pun keluar kelas. Bermacam pula permainan di luar itu.</p>
<p>Meskipun panas agak terik, semangat mereka tak memudar. Gelak tawa mereka masih terdengar gaungnya. Sorakan mereka menambah semangat. Senyuman indah mereka seakan menyiratkan bahwa mereka ingin melupakan kenyataan sejenak. Hingga pukul dua belas kami berkesempatan bersama mereka, hingga waktunya mereka pulang sekolah. Sempat pula berbincang dengan guru-guru sebelum pulang. Salah seorang guru bilang, mereka harus memaklumi permohonan orangtua. Orangtua tak melepas anaknya untuk ke sekolah jika hari hujan. Takut ada air besar lagi. Jadi, kalau hujan, sekolah sepi mendadak.  Setelah dari SD, kami menuju lokasi bencana yang tak jauh dari sana.      Shalat Zuhur di Masjid Babussalam yang kokoh berdiri tanpa diganggu sedikit pun.</p>
Posted in school news, sebuah catatan harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=300&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/17/mengunjungi-lokasi-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEMENSIA: BOLEH TUA, ASAL JANGAN PIKUN</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/13/demensia-boleh-tua-asal-jangan-pikun/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/13/demensia-boleh-tua-asal-jangan-pikun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPie belajar Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[dunia P'Mails]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Semakin bertambahnya tahun, semakin bertambah pula orang yang didiagnosis menderita penyakit Demensia. Jika diartikan, menurut buku Gaya Hidup Penghambat Alzheimer, demensia merupakan himpunan gejala penurunan fungsi intelektual, umumnya ditandai terganggunya minimal tiga fungsi, yaitu bahasa, memori visuospasial, dan emosional. Jadi, demensia bukan suatu penyakit, tetapi kumpulan gejala-gejala yang menyertai berbagai penyakit. Menurut buku ini, terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=294&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semakin bertambahnya tahun, semakin bertambah pula orang yang didiagnosis menderita penyakit Demensia. Jika diartikan, menurut buku Gaya Hidup Penghambat Alzheimer, demensia merupakan himpunan gejala penurunan fungsi intelektual, umumnya ditandai terganggunya minimal tiga fungsi, yaitu bahasa, memori visuospasial, dan emosional. Jadi, demensia bukan suatu penyakit, tetapi kumpulan gejala-gejala yang menyertai berbagai penyakit. Menurut buku ini, terdapat 70 penyakit atau keadaan yang menyebabkan demensia.<br />
Penuaan ternyata tidak hanya untuk kulit, tetapi juga untuk otak. Demensia juga disebut sebagai proses penuaan pada otak. Secara structural, semakin sedikit hubungan antar sel yang dibuat otak, sebagai akibat dari berkurangnya fungsi otak, juga potensi ingatan tidak didukung pelatihan, pemakaian, serta asupan gizi, ternyata semakin beresiko menderita penurunan. Zat kimia dalam otak akan menurun hingga membuat volume otak mengecil dan rongga-rongga dalam otak menjadi lebar.<br />
PENYEBAB DEMENSIA<br />
Beberapa bagian otak yang tugasnya terkait dengan ingatan– prefrontal cortex untuk mengingat hal-hal yang sudah lama dan hippocampus untuk hal-hal baru yang ingin diingat – akan kehilangan kira-kira 20 persen sel-sel syarafnya seiring dengan bertambahnya usia. Demensia atau berkurangnya fungsi-fungsi kognitif dan perilaku akibat hal-hal fisiologis, akhirnya menjadi penyakit yang populer di usia lanjut dan menjadi ‘gerbang’ bagi penyakit-penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.<br />
Banyak hal yang menyebabkan demensia ini. Demensia dapat disebabkan oleh cedera kepala, infeksi otak, keracunan, kekurangan zat nutrisi, serta stroke yang meluas, tumor otak, dan lainnya. Bisa pula disebabkan oleh gizi buruk, gangguan system saraf, penggunaan narkotika, alcohol, kecemasan atau depresi, dan pelepasan kortisol berlebihan akibat stress.<br />
Beberapa hal tidak terlalu serius turut berperan dalam menyebabkan demensia, tetapi perlu diwaspadai. Seperti, di bawah pengaruh narkotika dan alcohol, diburu waktu, ketakutan, kurang perhatian, lelah fisik dan mental, merasa bingung, marah, dan tertekan, perhatian terganggu, terlalu banyak bekerja, dan terlalu tegang.<br />
PROSES PENUAAN OTAK</p>
<p>Proses penuaan membikin kemunduran kemampuan otak. Kemampuan yang mundur biasanya adalah daya ingat dan inteligensi dasar. Kemunduran daya ingat ini berupa penuruan kemampuan penamaan dan proses mencari kembali informasi yang telah tersimpan di dalam memori. Jadi, memori harus tetap eksis. Caranya tak sulit, kok. Pokoknya, jangan pernah membiarkan otak menganggur. Membaca, mendengar berita, atau cerita dari berbagai media cukup membantu dalam mencegah pengangguran otak. Namun, kalau ingin otakmu menganggur, caranya juga tak sulit. Tinggal ongkang-ongkang kaki sambil merenungi nasib yang tak kunjung berubah. Tapi, konsekuensinya, kamu akan mengalami penurunan daya ingat dalam waktu dekat. Pilih yang mana?<br />
Sedangkan, inteligensi dasar merupakan penurunan fungsi otak bagian kanan, berupa kesulitan dalam komunikasi non verbal. Misalnya, pemecahan masalah, mengenal wajah orang, kesulitan dalam pemusatan perhatian dan konsentrasi. Tak ingin seperti itu, kan? Mencegahnya juga gampang, kok. Cukup dengan mempertahankan proses belajar, meskipun sudah lansia. Bagi lansia, caranya tentu tak harus mengulang pelajaran-pelajaran di sekolah dulu. Tapi, perlu mengasah otak. Misalnya, dengan memecahkan masalah sederhana, mengenal tulisan, symbol, dan angka, serta tetap menggerakkan anggota tubuh secara wajar.<br />
Nah, penuaan otak ini menyebabkan lupa, maka banyak pula jenis lupanya. Pertama, lupa wajar karena factor usia. Jenis lupa ini biasanya butuh waktu yang lama untuk menjawab dengan akurat jika ditanyakan sesuatu. Lupa ini tidak semakin memburuk dari waktu ke waktu. Ada pula lupa karena gejala gangguan kognisi ringan (pra pikun). Orang-orang yang lupa seperti ini mandiri dalam kesehariannya, tidak mengalami gangguan fungsi social dan pekerjaan. Lupa jenis ini mengalami penuruan fungsi memori jangka pendek. Hingga mereka kerap membuat keputusan berulang-ulang yang isinya sama. Jenis lupa berikutnya adalah gejala dini demensia (pikun). Banyak kemuduran yang terjadi pada demensia, seperti bahasa, memori, pengenalan ruang dan tempat. Hal itu membuat fungsi social dan pekerjaannya terganggu. Makanya, demensia bukanlah lupa biasa.<br />
GEJALA DEMENSIA<br />
Penderita demensia mengalami hilang ingatan baru-baru ini, bukan sekedar lupa. Kadang juga lupa kata-kata atau bahasa yang tepat. Mungkin pula, penderita demensia ini mengalami perasaan yang berubah-ubah (moody), mendadak tak berminat melakukan aktivitas. Parahnya lagi, mereka tak ingat lagi jalan pulang ke rumah, bahkan lupa bagaimana caranya melakukan tugas sehari-hari.<br />
Contoh yang dekat dengan keseharian kita misalnya, sulit menghitung uang kembalian, sulit melakukan hal-hal biasa yang dilakukan sehari-hari (mandi, menelepon, mengancingkan baju), serta lebih banyak menyendiri.<br />
SELAMATKAN OTAK, CEGAH DEMENSIA<br />
Agar tidak terkena demensia di usia lanjut nanti, kita harus menyelamatkan otak mulai sekarang untuk mencegahnya. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah gaya hidup. Mereka yang kurang tidur, jam tidurnya tak beraturan, biasanya mudah terkena penyakit lupa. Begitu pula dengan fast food, yang bisa mengakibatkan pembuluh darah kaku dan menebal hingga aliran darah ke otak itu berkurang. Pola makan juga harus diperhatikan agar sehat dan bergizi. Pilihlah makanan-makanan yang baik untuk otak, seperti ikan, daging, ayam, susu, sayuran hijau, kacang-kacangan, jeruk, teh hijau, dan lainnya. Konsumsi pula hidangan penguat daya ingat setiap hari, seperti makanan yang mengandung vitamin E, B6, B12.<br />
Ternyata, jus sayur dan buah juga menyelamatkan otak, loh! Misalnya, jus anggur mencegah penuaan otak, pisang memenuhi kebutuhan vitamin B6, jus apel juga bagus untuk pikiran kita. Sayuran tak kalah penting. Makan banyak sayuran membantu menyelamatkan ingatan dan perhatian di usia lanjut.<br />
Melatih otak, penting sekali. Mereka yang beringatan kuat senang sekali bermain teka-teki silang, membaca, bermain bridge, dan lain-lain. Jangan lupa untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan secara bersamaan. Misalnya, dengan melakukan gerakan menyilang atau mencoba melatih kesabaran dengan menulis menggunakan tangan kiri.<br />
Menangkal kepikunan bisa juga dengan berpikiran positif, rasional, rileks, dan berinteraksi dengan banyak orang. Hindari pikiran negative, emosional, karena pikiran seperti itu dapat menimbulkan distress (stress yang buruk). Happy dan gaul, kuncinya. Melestarikan hobby, boleh juga tuh! Misalnya, berkaraoke, berkebun, berolahraga, membaca, dan hal seru lainnya.<br />
Jangan lupa untuk menjaga kesehatan otak. Memberikan oksigen yang cukup, menjaga tekanan darah agar tetap normal, hindari kebiasaan tidak sehat (misal, merokok), mencoba aromaterapi, dan meditasi merupakan beberapa hal yang bisa kita lakukan agar otak tetap sehat.<br />
Proses penuaan memang tidak dapat dihambat. Kita perlu menyadari bahwa berat otak akan berkurang seiring bertambahnya usia. Tetapi, paling tidak kita mampu menghadapinya dengan sehat. (Maghriza Novita Syahti/ berbagai sumber)</p>
Posted in dunia P'Mails, OPie belajar Psychology  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=294&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/04/13/demensia-boleh-tua-asal-jangan-pikun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Budi yang Hiperaktif</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/16/si-budi-yang-hiperaktif/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/16/si-budi-yang-hiperaktif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 09:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPie belajar Psychology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Budi genap dua bulan bersekolah di SD, Ibu dipanggil oleh guru Budi ke sekolah. Ibu guru bilang, Budi sering bergerak hingga teman-temannya tak konsentrasi belajar. Ia berkeliling kelas, mengajak temannya mengobrol. Budi jarang duduk tenang. Ia tampak gelisah. Ibu guru sudah memberinya sanksi berulang kali atas semua tindakan buruknya. Terakhir, Budi memanjat pagar belakang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=290&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika Budi genap dua bulan bersekolah di SD, Ibu dipanggil oleh guru Budi ke sekolah. Ibu guru bilang, Budi sering bergerak hingga teman-temannya tak konsentrasi belajar. Ia berkeliling kelas, mengajak temannya mengobrol. Budi jarang duduk tenang. Ia tampak gelisah. Ibu guru sudah memberinya sanksi berulang kali atas semua tindakan buruknya. Terakhir, Budi memanjat pagar belakang sekolah dan tak bisa turun.<br />
Ibu Budi sedikit curhat pula pada guru. Budi memang bermasalah sedari ia berusia 4 tahun. Ia banyak menuntut, gelisah. Kerap kali ia tidur larut dan bangun sebelum yang lain terbangun. Kemudian, berlari dari ruangan yang satu ke ruangan lainnya dan mengacak-acak benda-benda. Pernah ketika bangun tidur ia langsung membuka pintu, lalu pagar, hingga sampai di jalan raya. Untung saja, kakeknya yang kembali dari masjid setelah shalat subuh menyelamatkan Budi dan membawanya kembali ke rumah. Ibu Budi juga bercerita bahwa Budi pernah dites kemampuan akademiknya. Hasilnya rata-rata. Tapi, Budi sama sekali tak punya rentang perhatian. Ia tak suka televisi. Tak suka permainan yang membutuhkan konsentrasi. Lebih suka bermain sepeda sendiri ketimbang bersama teman-temannya.<br />
Sepulang dari sekolah Budi, Ibu mencari-cari bahan bacaan tentang perilaku anaknya. Ibu membaca beberapa buku dan artikel. Ternyata, Budi ini mengalami Attention-Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD). Lebih populer dengan nama hiperaktif. ADHD ini merupakan gangguan perilaku yang ditandai oleh aktivitas motorik yang berlebihan dan ketidakmampuan untuk memfokuskan perhatian. Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.<br />
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Tangan atau kakinya bergerak, menggeliat-geliat di kursi, berlarian atau memanjat, atau meninggalkan kursinya ketika situasi belajar sedang tenang. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. Sedangkan, gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Ia tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antre. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.Ketiga gangguan tersebut sudah menetap minimal 6 bulan dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah.<br />
Meskipun anak-anak ADHD mempunyai inteligensi rata-rata atau di atas rata-rata, mereka cenderung berprestasi di bawah potensinya, Mereka gagal mengingat instruksi dan menyelesaikan tugas. Mereka lebih sering mengalami luka fisik dan mengalami gangguan mood, masalah dalam hubungan dengan anggota keluarga, dan kecemasan. Anak-anak ADHD tak populer di kalangan teman-temannya karena mereka kurang berempati atau kurang sadar akan perasaan orang lain. Walaupun gangguan ini cenderung berkurang seiring dengan bertambahnya usia, tetapi sering menetap hingga masa remaja dan dewasa dalam bentuk yang lebih ringan.</p>
<p>KENAPA HIPERAKTIF?</p>
<p>Para peneliti menyebut pengaruh faktor biologis, lingkungan, dan interaksi genetis-lingkungan tentang ADHD ini. Dari segi biologis, para peneliti menemukan bagian-bagian otak yang mempengaruhi. Contohnya, kurang aktifnya otak bagian depan dari korteks otak besar, yaitu bagian otak yang bertugas untuk menghambat impuls-impuls dan mengontrol diri. Terjadinya perkembangan otak yang lambat, disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi  Terjadi pula abnormalitas ringan di area otak yang mengatur perhatian, kontrol gerakan, dan komunikasi antara hemisfer kanan dan kiri. Tidak teraturnya jalur saraf pada otak yang menggunakan neourotransmiter serotonin rupanya juga membantu menjelaskan komponen impulsivitas dan hiperaktivitas dari ADHD.<br />
Masalah-masalah prenatal juga membawa dampak. Misalnya, proses persalinan yang lama, distres  pada ibu hamil, dan sebagainya. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok, dan minum alkohol juga memungkinkan perilaku hiperaktif pada anak. Para peneliti juga mendapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.<br />
Selain itu, faktor lingkungan juga berpengaruh, Misalnya, terjadinya konflik dalam keluarga dan kurang baiknya pengasuhan orangtua dalam menangani gangguan tingkah laku anak.</p>
<p>MENGATASI PERILAKU HIPERAKTIF PADA ANAK</p>
<p>Ibu Budi agak bingung juga bagaimana mengatasi tingkah laku Budi yang seperti itu. Ia ingat, ia mempunyai teman seorang psikolog anak. Diraihnya gagang telepon, kemudian ditekannya tombol nomor-nomor itu. Tampaknya tak sabar ia untuk bertanya.<br />
Pembicaraan panjang di telepon itu memberikan titik cerah bagi Ibu Budi. Kini, ia tahu apa yang harus ia lakukan untuk Budi.<br />
1.    Orangtua harus mencari tahu segala informasi tentang gangguan hiperaktivitas. Misalnya, dengan mengonsultasikan persoalan yang diderita anaknya kepada ahli terapi psikologi anak. Ini penting karena gangguan hiperaktivitas bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik anak, serta kemampuannya dalam menyerap pelajaran dan bersosialisasi.<br />
2.    Berikan ia rasa percaya diri. Misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib atau berhasil melakukan sesuatu dengan benar, memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak. Bisa juga dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orangtua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya. Usahakan emosi Anda tetap stabil agar anak tahu bahwa penguatan positif itu tidak datang atas kendali amarah.<br />
3.    Perlakukan anak dengan hangat dan sabar, terimalah keterbatasannya. Tak lupa untuk konsisten dan tegas dalam menerapkan norma dan tugas. Ketika anak tak bisa diam, sebaiknya jangan memarahinya. Tak ada salahnya untuk mengajaknya untuk duduk diam dengan tutur bahasa yang halus dan lembut sembari memegang kedua tangannya. Coba berikan ia pengertian ketika Anda memintanya melakukan sesuatu. Hingga ia memahami kenapa Anda berharap ia melakukan hal tersebut.<br />
4.    Anak hiperaktif memang cenderung susah berkomunikasi dan bersosialisai, sibuk dengan dirinya sendiri. Tak ada salahnya untuk  membantu anak dalam bersosialisasi agar ia mempelajari nilai-nilai apa saja yang dapat diterima kelompoknya. Misalnya, melakukan aktivitas bersama, sehingga Anda bisa mengajarkan anak bagaimana bersosialisasi dengan teman dan lingkungan.<br />
5.    Kenali kelebihan dan bakat anak. Jika dia bergerak terus menerus, jangan panik, ikutkan saja, dan pahami apa sebenarnya tujuan dari keaktifannyaa. Sebaiknya, tak ada larangan karena bisa menyebabkan anak frustasi. Hal terpenting yang harus diketahui orangtua adalah minat dan bakatnya. Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya. Misalnya, mengikutkan anak pada klub sepakbola di bawah umur agar ia bisa belajar bersosial karena ia harus mengikuti tatacara kelompoknya.<br />
6.    Ketika ia mengungkapkan keinginan yang ada dalam pikirannya, Anda dapat membantunya mewujudkan apa yang dia inginkan. Sebaiknya, juga melibatkan guru untuk memahami kondisi anak yang sebenarnya. Mintalah guru tak perlu membentak, menganggap anak nakal, atau mengucilkan, karena akanberdampak lebih buruk bagi kesehatan mentalnya. Kerjasama ini juga penting karena anak sulit berkosentrasi dan menyerap pelajaran dengan baik. Dibutuhkan kesabaran dan bimbingan dari guru bagi anak hiperaktif.<br />
7.    Sebaiknya, orangtua dan anggota keluarga lainnya memahami sikap dan perilaku anak, serta apa yang dibutuhkan anak, baik secara psikologis, kognitif (intelektual), maupun fisiologis.</p>
<p>(Maghriza Novita Syahti/ Padang Ekspres Edisi Minggu, 15 Februari 2009, hal. Langkan)</p>
<p>Daftar Bacaan:</p>
<p>http://e-psikologi.com</p>
<p>http://BalitaCerdas.Com</p>
<p>Nevid, Jeffrey, dkk. 2002. Psikologi Abnormal Edisi Kelima Jilid 2.Jakarta: Erlangga</p>
Posted in OPie belajar Psychology  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=290&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/16/si-budi-yang-hiperaktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Nenek Ideal</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/08/menjadi-nenek-ideal/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/08/menjadi-nenek-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 04:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah usai pengajian, Ibu Nani disalami banyak ibu-ibu sembari mengucapkan selamat. Memang, dua hari yang lalu Ibu Nani resmi menjadi seorang nenek. Anak sulungnya telah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. “Cucu ke berapa, Bu?” tanya Ibu Ros. “Ini cucu pertama, Bu” jawab Ibu Nani. Obrolan itu pun berlanjut. Semakin seru tampaknya. Semakin banyak pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=283&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-full wp-image-285" title="plb_kunjungan-panti-jompo1" src="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/plb_kunjungan-panti-jompo1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="plb_kunjungan-panti-jompo1" width="300" height="225" /></p>
<p class="MsoNormal">Setelah usai pengajian, Ibu Nani disalami banyak ibu-ibu sembari mengucapkan selamat. Memang, dua hari yang lalu Ibu Nani resmi menjadi seorang nenek. Anak sulungnya telah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. “Cucu ke berapa, Bu?” tanya Ibu Ros. “Ini cucu pertama, Bu” jawab Ibu Nani. Obrolan itu pun berlanjut. Semakin seru tampaknya. Semakin banyak pula ibu-ibu yang ikut obrolan nenek-nenek itu. Ibu Nani sempat mengutarakan perasaannya menjadi &#8216;nenek baru&#8217;. Senangnya tak terkira, semakin sibuk pula. Ia pun bertanya pada teman-temannya, “Bagaimana ya menjadi nenek yang baik itu? Saya ingin menjadikan masa tua ini lebih indah.”</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ibu Ros, yang kebetulan sudah dianugerahi lima orang cucu, angkat bicara. Semuanya tampak serius mendengarkan penjelasan Ibu Ros. Ibu Ros bilang, memang tak mudah berperan sebagai seorang nenek. Ada di antara kita yang sudah siap, ada pula yang tidak. Kita semua berharap menjalani hari tua dengan nyaman, tenteram.<span> </span>Ingin rasanya beristirahat panjang setelah mengantarkan anak-anak ke gerbang masa depannya.<span> </span>Kemudian, menjalani hari-hari tua dengan lapang, tenang, dan bahagia.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pertama, tetaplah menjaga kesehatan. Kesehatan yang diberikan sedari muda harus dijaga baik-baik. Kalau pun harus sakit, itu hanya penyakit ketuaan yang memang alami, yang tak bisa ditolak siapa pun. Namun, kemajuan ilmu sekarang memungkinkan untuk penyakit menua itu tidak cepat memburuk. Sedari muda harus dipersiapkan. Misalnya, dengan hidup teratur, cukup tidur, menu harian yang bergizi, dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ibu Ros juga mengajak teman-temannya untuk selalu berpikir positif, tidak memelihara perasaan dengki, iri hati, benci, dan hal-hal negatif lainnya. Dengan begitu, anak cucu, saudara-saudara, dan kerabat akan mengenang nilai-nilai kebaikan itu dan merindukan keberadaan kita. Nenek juga bisa jadi <em>partner </em>yang ideal untuk mendidik anak-anak. Toh, sudah terbukti hasilnya dengan membesarkan dan mendidik anak-anaknya, lebih pengalaman pula.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Meskipun sudah tak muda lagi, pengetahuan dan wawasan tetap menjadi hal penting. Nenek yang pintar membikin cucunya bangga dan memotivasinya untuk berwawasan pula. Pengetahun dan wawasan tersebut dapat menjadi bekal dan bermanfaat. Dapat pula membantu kita menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan nenek. Pendidikan ini juga menentukan derajat kesehatan. Perempuan yang lebih menguasai pengetahuan tentang hidup sehat,<span> </span>akan lebih sehat secara fisik maupun psikologis.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ibu Ros mengaku, salah satu alasannya mengikuti pengajian ini adalah untuk menciptakan kesibukan. Tak sedikit yang bosan dalam menjalani hari tuanya. Untuk itu, kita memerlukan sesuattu yang baru, yang menyenangkan hati, dan menambah gairah hidup setiap hari. Tak harus di rumah saja, tak ada kegiatan, tak ada jadwal kesibukan. Seorang nenek juga perlu kegiatan yang bervariasi untuk melihat dunia luar. Selain ikut pengajian, mungkin juga ikut kegiatan sosial sehingga kita merasa berguna bagi orang lain, diterima oleh orang lain, dan juga dapat bersosialisasi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Nenek yang ideal di mata keluarga adalah nenek yang pandai membawakan diri jika hidup bercampur dengan keluarga anak menantu. Tak lagi mendominasi seperti ketika masih menjadi istri dan ibu. Mungkin saja, membikin menantu tidak enak. Nenek yang tulus menjalani hidup masa tuanya tanpa mau mengganggu siapa pun, misalnya tidak sakit. Makanya, kita perlu<span> </span>berpikir cerdas, menyiasati bagaimana seharusnya hidup sehat dan nyaman. Contohnya lagi, menjadi nenek yang arif dan bijaksana, serta menjadi penengah jika ada perselisihan antara anak-anak dan ayah ibunya. Bisa saja nenek memberikan wejangan yang positif sehingga hubungan mereka harmonis kembali.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Nenek adalah tempat mengadu cucu-cucunya untuk menceritakan aturan-aturan yang berlaku di rumah orangtuanya. Dari sudut pandang anak-anak, nenek merupakan sosok ideal yang memberikan kecintaan tanpa batas dan tanpa syarat pada mereka. Cucu-cucu biasanya akan merasa lebih nyaman jika berada di rumah neneknya. Peran nenek akan semakin berpengaruh jika banyak menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sesekali, tak ada salahnya pergi ke berjalan-jalan. Mencari suasana baru dan melupakan sejenak rutinitasn yang biasa kita lakukan. Misalnya, ke daerah pedesaan yang udaranya lebih segar, dan bersih, sesuai dengan paru-paru orang usia lanjut. Udara yang segar dan bersih juga kaya dengan kandungan oksigen dan menambah kebugaran sel-sel tubuh. (disarikan dari buku Cara Sehat Menjadi Perempuan/ Maghriza Novita Syahti)</p>
<p class="MsoNormal">*Padang Ekspres edisi Minggu, 8 Februari 2009, hal. Langkan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=283&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/08/menjadi-nenek-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/plb_kunjungan-panti-jompo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">plb_kunjungan-panti-jompo1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMA N 1 Bukittinggi</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/sma-n-1-bukittinggi/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/sma-n-1-bukittinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 10:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[PROFIL SEKOLAH
Dikenal, diincar, dan berprestasi. Tiga kata itu cukup menggambarkan sekolah yang terletak di Jl. Syech M. Jamil Jambek No.36 Bukittinggi ini. Bangunannya memang tampak seperti bangunan Belanda. Sekolah ini, jelas Bapak Drs. Yofrizal selaku wakil humas, dulunya merupakan harta rampasan perang Belanda dan Jepang. Harta ini digunakan untuk pembangunan sekolah. Ada dua sekolah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=268&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PROFIL SEKOLAH</p>
<p>Dikenal, diincar, dan berprestasi. Tiga kata itu cukup menggambarkan sekolah yang terletak di Jl. Syech M. Jamil Jambek No.36 Bukittinggi ini. Bangunannya memang tampak seperti bangunan Belanda. Sekolah ini, jelas Bapak Drs. Yofrizal selaku wakil humas, dulunya merupakan harta rampasan perang Belanda dan Jepang. Harta ini digunakan untuk pembangunan sekolah. Ada dua sekolah di Indonesia yang dibangun dengan harta rampasan perang ini pada tahun 1959, yaitu SMA N 1 Bukittinggi dan SMA N 1 Yogyakarta. “Bangunannya persis sama,” jelas Bapak Yofrizal. Sekolah yang mendidik 1014 orang siswa ini juga dikenal dengan SMA 1 Landbow karena dulunya sekolah ini daerah pertanian.  SMA Negeri 1 Bukittingi lahir dari pemekaran SMA negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA 2 Bukitinggi sekarang) pada tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dngan SMA Negeri 1B dan pada tahun 1958 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M Jamil Jambek No.36 (Lanbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera Tengah.  Luasnya bangunan memungkinkan sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap. Sesuai jadwal, para siswa belajar di laboratorium fisika, kimia, biologi, bahasa, dan matematika. Begitu pula dengan lab computer. Sekolah ini memiliki tiga lab computer. Lab pertama dan kedua digunakan hanya untuk mempelajari ilmu computer dasar, seperti Microsoft Office. Sedangkan lab ketiga khusus untuk multimedia, mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat sesuai jurusan masing-masing. Misalnya, untuk siswa jurusan IPA belajar Autocad dan IPS belajar computer akuntansi.  Sekolah ini juga memiliki masjid yang pembangunannya didanai oleh alumni-alumninya. Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga digunakan untuk shalat Jumat oleh warga sekolah. Di sebelah masjid, terdapat ruang perpustakaan yang sudah terakreditasi A. Perpustakaan ini menyediakan 900.000 buah buku untuk dibaca para siswa. Baik itu, buku pelajaran, buku sastra, ensiklopedia, dan lainnya. Di dalam perpustakaan ini juga disediakan tempat untuk berdiskusi, tempat bersekat bagi yang ingin membaca serius, dan ruang untuk menonton televisi.  Menurut, salah seorang petugas perpustakaan, setiap jam istirahat, perpustakaan ini selalu ramai dikunjungi siswa.Lingkungan sekolah pun tampak asri. Taman ada di mana-mana, menyejukkan setiap mata yang memandangnya. Ruang serbaguna juga ada. “Biasanya, perpisahan atau acara-acara sekolah diadakan di sini,” ujar Bapak Yofrizal sembari mengajak P’Mails memasuki ruangan itu.  Sekolah yang dikepalai oleh Drs. Taswar, SE, M. Pd ini memiliki 29 kelas yang terdiri dari kelas akselerasi dan SBI. Kelas Akselerasi biasanya hanya dihuni oleh belasan hingga dua puluhan siswa, tetapi untuk kelas SBI ditempati oleh lebih kurang 30 orang siswa. Kelas yang tidak biasa inilah yang membuat uang SPP di sini beragam. Uang sekolah berkisar antara Rp 70.000,00/ bulan hingga Rp 145.000,00/ bulan. Uang sekolah itu digunakan untuk belajar tambahan di sekolah, fasilitas belajar, pengadaan computer di kelas, dan loker untuk setiap siswa yang letaknya di dalam kelas masing-masing.  Sekolah ini pernah mendapatkan peringkat I rata-rata NEM se Sumatera Barat Tahun 1996 s/d 2000, peringkat II rata-rata  NEM IPA dan IPS se Sumatera Barat  tahun 2003/2004, dan peringkat II rata-rata Nem IPA dan VI NEM IPS se Sumatera Barat  tahun 2004/2005. Untuk urusan ekstrakurikuler, SMA N 1 Landbow tak ingin ketinggalan. Sekolah yang mempunyai visi “Unggul dalam IPTEK dan imtaq” ini pernah mengutus siswanya hingga berhasil menjadi paskibra Sumatera Barat. Selain itu, sekolah ini juga mempunyai Forum Studi Islam. Kegiatan pramuka, olahraga, band juga eksis di sini. Meskipun latihannya tidak mempunyai jadwal tetap, tetapi jika akan ada lomba atau event tertentu barulah mereka berlatih secara rutin. Prestasi pun menjamur di sini, baik dari segi akademis maupun non akademis. Misalnya saja, dua siswa yang mengikuti Olimpiade Olahraga Nasional ini. Adit Abdillah untuk cabang karate dan atletik, serta Denisa Rani untuk cabang atletik. Tiga orang siswa SMA N 1 ini juga mewakili Sumatera Barat mengikuti Olimpiade Sains tingkat Nasional 2008 di Makassar, yaitu Andra Aditya untuk Matematika, Davis Rozano Bestari untuk Kimia, dan Meilina untuk Ilmu Komputer. Tak hanya itu. Raden Aryo Febrian juga memenangkan lomba debat konstitusi Hukum UNAND 2008 dan Lomba Debat Antar Pelajar SMA se-Sumatera Barat yang diadakan P’mailovers tahun 2008 lalu. Dua orang siswanya juga mengikuti pertukaran pelajar. Miftahul Khairi, kelas XII SBI sudah berada di Amerika Serikat kini, sedangkan Arum Tri Hadininsih, kelas XI akselerasi hingga kini masih  mengecap pendidikan di Jepang. Guru-guru pun tak mau kalah dengan siswa-siswanya. Dua orang guru, yaitu Ibu Afdaleni, S. Si dan Ibu Fitriyati, S.Pd pernah magang ke Australia tahun 2008 lalu.  Berbicara masalah peraturan, sekolah ini tak main-main. Ketika siswa sudah memutuskan untuk bersekolah di sini, maka ia harus menyetujui perjanjian di atas kertas bersegel dengan materai 6000. Jenis kesalahan pun sudah dikotak-kotakkan. Untuk kesalahan berat, seperti mengonsumsi narkoba, berkelahi, melawan guru, akan segera didepak dari sekolah itu. Tetapi, untuk kesalahan yang bisa dimaafkan seperti cabut pada jam pelajaran, seragam tak rapi, akan mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah. (Maghriza Novita Syahti)  *P&#8217;Mails edisi 172</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=268&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/sma-n-1-bukittinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perilaku Merokok</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/perilaku-merokok/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/perilaku-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 10:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[WAWANCARA DENGAN Drs. Mudjiran, M.Pd., Kons (KONSELOR, DOSEN PSIKOLOGI UNP)

Apa yang menyebabkan orang tidak bisa berhenti merokok atau jika bisa akan membutuhkan waktu yang lama untuk berhenti?

Ketergantungan psikologis dan ketergantungan nikotin. Perokok tidak bisa menahan keinginan untuk merokok tersebut karena beberapa faktor, misalnya faktor kebiasaan. Merokok sudah menjadi kebiasaan rutin dan menjadi perilaku otomatis, seringkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=278&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">WAWANCARA DENGAN Drs. Mudjiran, M.Pd., Kons (KONSELOR, DOSEN PSIKOLOGI UNP)</p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-full wp-image-279" title="rokok2" src="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/rokok2.jpg?w=240&#038;h=240" alt="rokok2" width="240" height="240" /></p>
<p class="MsoNormal"><em>Apa yang menyebabkan orang tidak bisa berhenti merokok atau jika bisa akan membutuhkan waktu yang lama untuk berhenti?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ketergantungan psikologis dan ketergantungan nikotin. Perokok tidak bisa menahan keinginan untuk merokok tersebut karena beberapa faktor, misalnya faktor kebiasaan. Merokok sudah menjadi kebiasaan rutin dan menjadi perilaku otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan disadari. Jika lingkungan memfasilitasi, akan sulit bagi perokok untuk berhenti. Misalnya, teman-teman kantor atau sekolah juga merokok. Jika ada stimulus yang memungkinkan untuk merokok, maka seseorang cenderung merokok.</p>
<p class="MsoNormal">Nikotin yang ada di dalam rokok itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat sehingga memacu sistem dopamine. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sedangkan pada jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan serotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Apa saja dampak psikologis yang ditimbulkan dari perilaku merokok?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Merokok mempengaruhi perilaku dan psikologis seseorang. Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku, dan fungsi psikomotor. Misalnya, kurang energi, egois, frustasi, kegugupan, konsentrasi rusak, pusing, mengantuk, kelelahan, insomnia, detak jantung tidak teratur, berkeringat, ketagihan rokok, perasaan bersalah, isolasi sosial, depresi, masalah kerja atau sekolah, dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Kenapa perokok selalu bereaksi menentang atau marah jika dilarang merokok, bahkan cenderung berbohong? </em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Perilaku itu merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri. Perokok cenderung berasionalisasi dan mencari-cari alasan karena tidak ingin dilarang untuk merokok.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Apakah benar merokok dapat mengatasi stress?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Merokok tidak ada kaitannya sama sekali dengan stress, depresi, atau pun masalah psikologis lainnya. Jika ada orang yang merokok untuk mengatasi stress, maka perilaku merokok itu hanya sebuah pelarian. Merokok hanya melupakan sementara saja stressor (penyebab stres) karena untuk sementara waktu konsentrasi beralih pada rokok dan stressor terlupakan. Tetapi, setelah selesai merokok, konsentrasi akan kembali lagi pada stressor tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Menurut Survei Sosial Ekonomi (Susenas), prevalensi merokok pada perempuan dewasa meningkat dari 1,3% pada tahun 2001 menjadi 4,5% pada tahun 2004. Kenapa perempuan juga merokok dan jumlah perokok perempuan meningkat, Pak?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Perempuan yang merokok mempunyai pengendalian diri yang kurang. Perempuan cenderung stress dan menganggap rokok efektif untuk mengatasi stress. Perempuan labil secara emosional sehingga menjadikan rokok sebagai pelarian.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Bagaimana dengan remaja yang merokok, Pak? Bagaimana dampaknya?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Banyak faktor yang mempengaruhi remaja merokok. Pengaruh orangtua salah satunya. Jika orangtua merokok, berkemungkinan anaknya juga merokok karena anak mengalami proses identifikasi (meniru) tingkah laku orangtua. Kebanyakan remaja merokok karena alasan pergaulan.Remaja perokok kemungkinan besar teman-temannya juga perokok aktif. Apalagi remaja rentan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Faktor kepribadian juga mempengaruhi.Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Perilaku merokok ini tak terlepas dari pengaruh iklan rokok di media. Remaja yang merokok mempunyai waktu yang lebih lama untuk mengalami ketergantungan, mengalami kehilangan kepercayaan diri dari usia remaja, dan cenderung berbohong pada orangtua dan guru. Sebenarnya, perokok laki-laki juga mengalami isolasi sosial karena sebagian besar lawan jenisnya tidak menyukai pria perokok.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Perilaku merokok pada remaja dapat meningkatkan resiko munculnya gangguan kecemasan pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Bagaimana tentang pernyataan tersebut, Pak?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ya, akan banyak muncul kecemasan-kecemasan pada masa remaja akhir dan dewasa awal tersebut. Misalnya, perasaan bersalah, kecemasan akan mengalami impotensi, kecemasan bahwa pasangan tidak akan dapat menerima dirinya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Bagaimana penanganan bagi mereka yang merokok?</em></p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal">Yang paling efektif itu adalah pengendalian diri, bagaimana perokok itu mencoba mengatasi permasalahan tanpa harus merokok. Memotivasi diri untuk tidak merokok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan. Berbagai keterampilan dan kemampuan juga dibutuhkan. Kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan rasa cemas, dan berani menolak ajakan untuk merokok. Menurut saya, <em>punishment </em>tidak terlalu efektif karena tak semua orang yang taat pada peraturan. Peran orang-orang yang disayangi dan dicintai juga penting. Misalnya, jika istri yang mengingatkan untuk tidak merokok, berkemungkinan larangan itu akan didengar dan dipatuhi. Tak lupa, norma sosial yang menimbulkan efek jera karena malu.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em>Apa yang membuat mereka yang sudah berhenti merokok, namun kembali merokok?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Setiap orang mempunyai daya tahan psikologis yang berbeda-beda. Kemungkinan, mereka ini mempunyai daya tahan psikologis yang masih rapuh. Ada sebagian dari mereka yang belum mampu mengendalikan diri dan belum menemukan strategi untuk mengatasi keinginan itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">(Maghriza Novita Syahti)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=278&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/perilaku-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/rokok2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rokok2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertemu Pak Liang</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/bertemu-pak-liang/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/bertemu-pak-liang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 09:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Di Gramedia, 31 Januari lalu, aku bertemu Pak Liang, yang lebih dikenal dengan nama K. Saruli. Beliau adalah guru olahragaku di SMA Negeri 3 Padang. Sudah lama tak bertemu beliau. Ternyata, Pak Liang masih mengingatku, mengingat namaku. Dulu, semasa SMA, aku pernah mewawancarai beliau. Menulis tentang profilnya. Pak Liang merupakan salah satu guru favoritku dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=275&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di Gramedia, 31 Januari lalu, aku bertemu Pak Liang, yang lebih dikenal dengan nama K. Saruli. Beliau adalah guru olahragaku di SMA Negeri 3 Padang. Sudah lama tak bertemu beliau. Ternyata, Pak Liang masih mengingatku, mengingat namaku. Dulu, semasa SMA, aku pernah mewawancarai beliau. Menulis tentang profilnya. Pak Liang merupakan salah satu guru favoritku dari TK hingga kuliah kini. Satu hal yang unik dari Pak Liang, jika guru olahraga kebanyakan hanya mengajarkan teori dan praktek olahraga, maka beliau selalu memberikan materi motivasi pada beberapa kali pertemuan.<br />
Sehari setelah aku mewawancarai beliau, aku diminta menemuinya. Tak kukira aku akan diberikan sebuah pena yang tak biasa dan termometer berbentuk singa.<br />
&#8220;Pena ini dwifungsi. Ujung ini pena biasa, ujung satunya lagi jika dituliskan tak dapat dilihat mata biasa. Jadi, melihatnya dengan menyalakan ini. Seperti senter kecil. Terus menulis ya, Opie,&#8221; jelas Pak Liang.<br />
Aku mengangguk-angguk mengerti. Kemudian, kuamati termometer di dalam kotak itu.<br />
&#8220;Termometer ini kebetulan souvenir dari Singapore. Semoga bermanfaat aja,&#8221; lanjut Pak Liang.<br />
Aku berterima kasih sekali kepada beliau. Berterima kasih tak hanya untuk pena dan termometer yang beliau berikan itu. Tapi, untuk sebuah penghargaan yang beliau berikan pada seorang anak SMA yang menjadi reporter sekolah.</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=275&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/bertemu-pak-liang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idola Masa Kecil</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/idola-masa-kecil/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/idola-masa-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 09:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[*Ide menuliskan masa kecilku ini muncul ketika mengobrol dengan Nilna di ruangan P&#8217;mails.
Entah berapa usiaku ketika itu, ketika di televisi mulai ditayangkan serial Power Rangers dan Satria Baja Hitam. Aku tak begitu mengingatnya karena otakku belum berkembang sempurna semasa itu. Yang kuingat adalah setiap sore, aku duduk manis di depan televisi untuk menonton Satria Baja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=270&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>*Ide menuliskan masa kecilku ini muncul ketika mengobrol dengan Nilna di ruangan P&#8217;mails.</p>
<p>Entah berapa usiaku ketika itu, ketika di televisi mulai ditayangkan serial Power Rangers dan Satria Baja Hitam. Aku tak begitu mengingatnya karena otakku belum berkembang sempurna semasa itu. Yang kuingat adalah setiap sore, aku duduk manis di depan televisi untuk menonton Satria Baja Hitam.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-271" title="images" src="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/images.jpg?w=91&#038;h=118" alt="images" width="91" height="118" /> Melihat aku antusias sekali untuk menonton, Mama mengajukan syarat padaku. Syaratnya, harus mandi dulu sebelum menonton televisi. Kalau belum mandi, tak boleh nonton. Syarat itu sempat membuatku uring-uringan karena ketika itu aku malas sekali mandi. Aku setuju dengan syarat itu demi Satria Baja Hitam, jagoan berwujud belalang yang tampak keren dengan sepeda motornya. Setelah mandi, buru-buru aku menghidupkan televisi. Menunggu-nunggu Satria Baja Hitam itu beraksi. Aku meminta Papa membelikan album soundtrack film itu. Sekali kuminta, Papa tampak tak peduli. Mungkin, beliau pikir, tak ada gunanya kaset itu. Paling hanya keinginan sesaat. Kuminta lagi pada Papa. Papa malah bilang bahwa aku tak akan mendengarnya, hanya untuk koleksi saja. Jadi, menurut Papa tak ada gunanya dibeli. Hmmm, susah sekali &#8216;gencatan senjata&#8217; untuk mendapatkan album soundtrack Satria Baja Hitam ini. Mau tak mau, rela tak rela, suka tak suka, aku terpaksa mengeluarkan jurus terjituku: menangis. Hohoho, tampaknya jurus ini berhasil, pemirsa! Sore itu juga, setelah menonton Satria Baja Hitam, Papa mengajakku ke toko kaset. Akhirnya, aku mendapatkannya. Ternyata kaset itu berbonus poster. Aku senang tak terkira. Aku menempel poster itu di kamar, tepat di atas kepalaku. Ini poster pertamaku. Ketika kutanya teman-temanku kapan mereka pertama kali menempel poster, mereka jawab ketika SMP. Hmm, tampaknya aku sudah curi start. Kebiasaanku setelah punya kaset itu adalah menyetel kaset itu dengan volume maksimal setiap sore, setelah menonton filmnya. Sempat membuat teman-temanku iri, loh!  Hehehehe. Sayangnya, kini aku tak tahu kaset dan poster itu di mana. Kutelepon ia menanyakan keberadaannya, tak diangkatnya. (???) Oya, kini aku ingin soundtrack Satria Baja Hitam itu lagi.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-272" title="power-rangers_turboranger" src="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/power-rangers_turboranger.jpg?w=242&#038;h=193" alt="power-rangers_turboranger" width="242" height="193" />Aku juga tak pernah absent menonton Power Rangers. Dulu, aku naksir Ranger Merah dan selalu bermimpi menjadi Ranger Pink. Hehehe. Selalu tertawa terkekeh-kekeh ketika Power Rangers berhasil melawan musuhnya yang bermacam bentuk itu. Menirukan gaya mereka ketika berubah menjadi Ranger. Mencemaskan mereka ketika melawan musuh sendirian dan merasa menang ketika mereka sudah menggabungkan kekuatan. Menonton Power Rangers membuatku terkena &#8217;syndrome Alpha&#8217;. Syndrome Alpha mempunyai gejala:<br />
1. Menirukan gaya bicara Alpha, suaranya, dan kata-kata &#8216;Ayayay&#8217;-nya itu.<br />
2. Berjalan seperti Alpha, robot dengan bentuk aneh itu.<br />
3. Ketika bermain Power Rangers dengan teman-teman, Anda selalu dicalonkan menjadi Alpha karena Anda bisa menirukan Alpha.<br />
Syndrome Alpha ini sering membuatku ditegur Mama karena berbicara seperti orang bodoh dan membuat Papa memanggilku Alphanda. Yah, Mama&#8230;Ini keren, Ma. Jadi, syndrome Alpha itu hanya muncul ketika aku bersama teman-temanku saja. Hehehe. Jadi, jika Anda mempunyai ketiga gejala syndrome Alpha, berhati-hatilah karena Mama Anda akan menegur Anda dan nama Anda diganti dengan Alphanda.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-273" title="doraemon" src="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/doraemon.jpg?w=274&#038;h=240" alt="doraemon" width="274" height="240" />Idola berikutnya adalah Doraemon. Kucing gendut yang mempunyai kantong ajaib itu tak pernah kulewatkan setiap hari Minggu pagi. Tapi, kini sudah jarang aku menontonnya. Hingga kini, Doraemon masih saja tayang di televisi dan ia tak bertambah besar sepertiku. Masih berteman dengan Nobita yang sepertinya ditakdirkan menjadi anak-anak sepanjang masa. Nobita yang masih saja malas mengerjakan PR dan selalu ingin menunjukkan pada Shizuka tentang alat baru Doraemon. Nobita yang masih sering dikerjai Giant dan Suneo. Hingga kini Doraemon masih menggunakan baling-baling bambu dan pintu ke mana saja. Aku ingin sekali punya alat-alat Doraemon itu. Paling tidak, aku punya tiga saja di antara yang banyak itu: pintu ke mana saja, baling-baling bambu, dan&#8230;kantong ajaib (berarti, aku bisa punya semuanya, kan? Haghaghag)</p>
<p>Idolaku ketika kecil itu memang konyol. Ceritanya itu-itu saja dari dulu hingga kini. Power Rangers dan Satria Baja Hitam melawan musuh, kemudian selalu menang. Doraemon juga begitu. Nobita menyatakan keluhannya, kemudian Doraemon mengeluarkan alat dari kantong ajaibnya untuk membantu Nobita. Berlari Nobita ke rumah Shizuka untuk memberitahu alat baru Doraemon itu. Lalu, alat itu selalu disalahgunakan oleh Giant dan Suneo. Kemudian, penyalahgunaan alat itu membuat Doraemon selalu turun tangan. Aku tahu jalan ceritanya, tapi entah kenapa aku masih saja menontonnya. Hehehe. Menonton Doraemon ini ada manfaatnya juga. Pertama kali aku mengetahui Segitiga Bermuda adalah ketika menonton Doraemon. Oya, dulu aku punya banyak koleksi komik Doraemon. Tapi sayangnya kini sudah tak tahu di mana keberadaannya. Mungkin, jika ada, sudah susah dibaca karena sudah kucoret-coret. Hihihi.</p>
<p>Kalau idola masa kecilmu siapa?</p>
Posted in Uncategorized Tagged: masa kecil <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=270&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/02/04/idola-masa-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/power-rangers_turboranger.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">power-rangers_turboranger</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://katakandengankata.files.wordpress.com/2009/02/doraemon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">doraemon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir Perjalanan Hidup, Ujian, Lalu Liburan</title>
		<link>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/01/20/akhir-perjalanan-hidup-ujian-lalu-liburan/</link>
		<comments>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/01/20/akhir-perjalanan-hidup-ujian-lalu-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 09:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OPie ...</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://katakandengankata.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[10 Januari 2009,
Seorang teman harus kehilangan Papanya sore itu, ketika akan kuliah IAD. Januari membuatnya amat sedih karena harus menghadapi tantangan usia masa dewasa awal dan harus menghadapi kenyataan bahwa Papa nya sudah memasuki kehidupan berikutnya. Kuharap Jenny bisa tabah dan memaafkan aku karena tak bisa pergi melayat ke Solok itu.
6 Januari &#8211; 14 Januari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=263&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>10 Januari 2009,</p>
<p>Seorang teman harus kehilangan Papanya sore itu, ketika akan kuliah IAD. Januari membuatnya amat sedih karena harus menghadapi tantangan usia masa dewasa awal dan harus menghadapi kenyataan bahwa Papa nya sudah memasuki kehidupan berikutnya. Kuharap Jenny bisa tabah dan memaafkan aku karena tak bisa pergi melayat ke Solok itu.</p>
<p>6 Januari &#8211; 14 Januari 2009,</p>
<p>Ujian Akhir Semester 3. Setiap sore belajar bersama Ant, Rani, dan Cia selama beberapa hari itu. Setiap sore berdiskusi di berbagai tempat makan. Belajar sambil wisata kuliner. Sepertinya cara belajar seperti ini lebih baik daripada belajar sendiri, menghafal dan membaca buku sambil mendengarkan musik. Buktinya, aku merasa hasilnya akan lebih baik untuk pemahaman dan ingatan jangka panjang. Ayo, belajar bersama dan berdiskusi! Hohoho&#8230;</p>
<p>17 Januari 2009,</p>
<p>Akhirnya ujian selesai. It&#8217;s holiday time! Maunya pergi liburan sama mama papa, tapi ditunda dulu. Karena&#8230;</p>
<p>Liburan ini aku akan menghabiskan waktu  bersama teman-teman POSITIF, P&#8217;mails, dan berencana akan mengunjungi RSJ HB. Saanin bersama teman kuliah, serta mempersiapkan The Effect of Psyhophoria. Selamat liburan, ya! Semoga liburanmu menyenangkan.</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/katakandengankata.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/katakandengankata.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/katakandengankata.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/katakandengankata.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/katakandengankata.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/katakandengankata.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/katakandengankata.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/katakandengankata.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/katakandengankata.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/katakandengankata.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=katakandengankata.wordpress.com&blog=3940384&post=263&subd=katakandengankata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://katakandengankata.wordpress.com/2009/01/20/akhir-perjalanan-hidup-ujian-lalu-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/18ae2697abfaebb5ea10c199aa721e09?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">^Katakan dengan Kata^</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>