^Katakan dengan Kata^

it’s the freedom of me

Panik Mei 23, 2009

Diarsipkan di bawah: OPie belajar Psychology, dunia P'Mails — OPie ... @ 8:53 am

Emil kini senang tak terkira. Ia akan ke Jepang beberapa menit lagi untuk pertukaran pelajar itu. Ketika tiba di bAndara, tiba-tiba ia merasa dadanya ditekan. Napasnya sesak. Ingin pingsan saja, katanya. Emil panic. Tiba-tiba diurungkannya niatnya untuk bepergian dengan pesawat terbang itu. Bertanya-tanya Emil pada temannya, apakah ia sedang mengalami serangan panic atau tidak.

Dijawabnya oleh temannya. Serangan panic merupakan perasaan teror yang datang menyerang secara tiba-tiba tanpa peringatan. Istilah “panik” berasal dari kata Pan, dewa Yunani yang setengah hantu, tinggal di pegunungan dan hutan, dan perilakunya sangat sulit diduga. Gangguan panik biasanya timbul pada usia muda dan dewasa (pertengahan 30an). Panik ini dapat juga timbul pada usia muda dan usia lanjut. Panik sebenarnya adalah kondisi alami pada setiap orang. Panik dalam hal ringan, yang datang sesekali, adalah hal biasa. Yang perlu diwaspadai adalah jika cemas atau panic datang berulang-ulang dalam kadar tinggi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika ini terjadi, sebaiknya kita memperhatikan kondisi fisik kita. Tak jarang muncul rasa mual, pusing, diare, tubuh gemetar, daya penglihatan dan konsentrasi menurun.  Pada serangan yang hebat, penderita merasa seperti tercekik atau jiwanya keluar dari tubuh sehingga ia sering takut jangan-jangan menjadi gila atau mau mati.

Serangan panik dapat terjadi kapan saja bahkan waktu tidur sekalipun. Umumnya serangan akan memuncak dalam waktu 10 menit, namun beberapa gejala akan berlangsung lebih lama. Individu yang mengalami serangan panik berusaha untuk melarikan diri dari keadaan yang tidak pernah diprediksi. Gangguan panik merupakan gangguan dengan sedikitnya ada tiga serangan dalam waktu tiga minggu. Pada saat itu penderita tidak dalam gangguan fisik yang berat, dan tidak pula dalam situasi yang mengancam kehidupanya. Serangan ini dapat terjadi di mana saja.

KENAPA PANIK MUNCUL?

Banyak factor yang menyebabkan munculnya serangan panic, baik factor fisik maupun psikis. Seseorang dapat mengalami kepanikan karena ia mempersepsikan sesuatu secara berlebihan. Padahal, situasi ia alami belum tentu seseram yang ada di kepalanya. Bagi teman-teman yang senang berimajinasi secara berlebihan, berhati-hati pula. Mereka yang senang berimajinasi berlebihan, perfeksionis atau kaku, biasanya lebih rentan terserang panic.

Factor-faktor genetis dan kesehatan fisik ternyata juga ikut berperan. Teman-teman yang punya riwayat serangan panic dalam keluarga, berkemungkinan mengalami serangan panic pula. Pada mereka ini, serangan panic bisa muncul tiba-tiba, meskipun kondisi fisik baru sedikit menurun. Banyak hal lain yang memicu munculnya panic. Mungkin saja, kehilangan orang yang dicintai, pemutusan hubungan kerja, perceraian, dan lain sebagainya.

WASPADAI SERANGAN PANIK

Gejala serangan panic ini memang mirip dengan gelaja serangan jantung. Hal ini membuat orang-orang biasa berdatangan ke Unit Gawat Darurat atau dokter spesialis jantung/ oenyakit dalam. Di bawah ini dituliskan gejala-gejala serangan panik yang biasa terdapat pada orang yang mengalami serangan panik. Bila ia mengalami 5 dari gejala ini yang berlangsung tiba-tiba dan berlangsung lebih kurang 10 menit, maka dia dapat dikatakan mengalami serangan panik.
1. Jantung berdebar dan peningkatan denyut jantung
2. Berkeringat
3. Badan terasa gemetar atau berguncang
4. Perasaan napas yang pendek
5. Perasaan seperti tercekik
6. Sakit dada atau perasaan tidak nyaman
7. Mual atau merasa tidak enak di perut
8. Merasa pusing, tidak stabil, kepala terasa ringan atau pingsan
9. Perasaan tidak nyata, merasa diri dan lingkungan seperti asing
10. Takut kehilangan kontrol atau menjadi gila
11. Takut mati
12. Kesemutan atau seperti baal
13. Rasa seperti terbakar atau kepanasan

ATASI PANIK

Jika Anda mengalami gejala tersebut sering dan disertai gangguan fungsi pribadi dan sosial, Anda seharusnya segera berobat ke dokter kesehatan jiwa. Dokter kesehatan jiwa pertama kali akan menyingkirkan terlebih dahulu adanya kemungkinan diagnosis penyakit jantung atau penyakit yang dapat memberikan gejala-gejala mirip seperti serangan panik seperti gangguan tiroid (gondok). Bila semua sudah disingkirkan maka diagnosis gangguan panik dapat ditegakkan.
Pengobatan gangguan panik meliputi pengobatan dengan obat dan psikoterapi. Biasanya pasien akan mendapatkan obat dalam jangka waktu tertentu (minimal 3 bulan) sambil terus dilatih agar bila serangan paniknya datang, pasien dapat mengatasinya. Pasien gangguan panik biasanya juga mempunyai latar belakang masalah psikologis yang nyata sehingga dokter kesehatan jiwa akan berusaha membantu pasine mengatasi hal tersebut.
Jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter kesehatan jiwa bila mengalami gangguan panik.

Menurut medikaholistik,com, ada beberapa latihan yang dapat membantu Anda untuk mengatasi serangan panik. Kita perlu untuk hidup teratur. Panik ini bisa saja muncul setelah kita mengalami kelelahan berlebihan. Nah, tidur yang cukup dan membuat jadwal mingguan akan membuat kita mampu membagi waktu dengan benar.

Selain itu, Anda harus mengamati sendiri bila gejala serangan panik mulai timbul. Misalnya saja Anda dapat membawa secarik kertas yang bertuliskan PERHATIAN ! ataupun yang diberi warna kuning atau merah. Kemudian setelah Anda mengetahui bahwa Anda akan mengalami serangan panik Anda dapat melakukan pernafasan perut atau teknik relaksasi . Sebenarnya, teknik ini merupakan teknik pengalihan pikiran yang dapat berupa : menonton film kartun, membaca novel, membaca kata-kata dengan huruf terbalik, mengunyah permen karet, melihat benda-benda sekitar, mendekatkan dua jari sedekat mungkin berulang-ulang.

(MaghrizaNovita Syahti/P’Mails edisi 17 Mei 2009, berbagai sumber)

 

7 Responses to “Panik”

  1. ageleng Says:

    Mang panik mpe ky gt y? Gw gk mpe ky gtu. .
    Link. . Agel.keren.la

  2. OPie ... Says:

    mungkin itu panik level rendah. Hehehe

  3. engi Says:

    @Ageleng – kedengarannya emang aneh, tapi ini emang nyata terjadi. Sejak SMU aku terkena serangan ini, butuh waktu lama dan nggak mudah untuk mengontrolnya. Beruntunglah kamu yang nggak pernah mengalaminya^_^

    Btw, yang pengen sharing masalah pengalaman bisa juga lho mampir ke blog aku… ditunggu…
    http://engi-likeit.blogspot.com/

    Thanks Kiki buat artikelnya!

  4. ALRIS Says:

    Untuk saya gak panik baca postingan ini. Tqs posting yang nambah ilmu.

  5. andre Says:

    hebat,..yang kamu ketahui,pelajari,dan kamu sharing 100% sama dengan yang sy alami.awalnya sy seorang yg ferfeksionis dan skarang kena serangan panik dah 4 tahun.dari umur 27 ampe skrang 31 tahun.gejalanya persis sama seperti yg kamu tulis,..bahkan waktu tidur,betis saya bisa tiba2 naik (kram)..satu tahun pertama saya minum obat dosis rendah,..tapi 3 tahun terakhir sy rutin ke psikiater,..dosis berat,..setiap bulan gaji habis hanya tuk berobat,..kadang minjam uang org dulu..kasihan anak,istri,dan keluarga,..sebenarnya sy sangat mencintai mereka tp rasanya gak ada yg bisa saya lakukan tuk menunjukan rasa itu ke mereka smua krn stiap detik saya berjuang&terperangkap dalam dunia hitam yg memenjarakan jiwa saya,.pertama mereka menerima kondisi sy,..tapi lama kelamaan sy merasa sendiri,..sy merasa sudah menjadi orang yg tak berguna&putus asa,..rasanya gak da lagi yg bisa sy lakukan,..apakah sy akan bertahan,..sampai kapan???

  6. riky perdana Says:

    pa kabar vi. nih bg riky UNAND
    slmat ya. udah banyak tulisannya yang nongol di media, dan menang lomba…


Leave a Reply