^Katakan dengan Kata^

it’s the freedom of me

Kelainan genetik dan kromosom Juni 28, 2008

Diarsipkan di bawah: OPie belajar Psychology — OPie ... @ 7:08 am
Tags:

KETIDAKNORMALAN GEN DAN KROMOSOM

Para pakar genetika dan ahli perkembangan telah mengidentifikasi sejumlah masalah yang disebabkan oleh kelainan gen atau kromosom utama.

Beberapa kelainan gen atau kromosom utama:

1. Phenylketonuria (PKU), adalah suatu kelainan genetic yang menyebabkan individu tidak dapat secara sempurna memetabolismekan protein.
PKU dewasa ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak tersembuhkan, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan hiperaktif. Bila terdeteksi, kelainan disembuhkan dengan diet untuk menjaga zat racun yang masuk ke dalam system saraf. PKU melibatkan suatu gen resesif dan terjadi kira-kira sekali pada setiap 10.000 hingga 20.000 kelahiran hidup.
2. Down Syndrome, suatu bentuk keterbelakangan mental yang secara genetic paling umum diturunkan, disebabkan oleh munculnya suatu syndrome tambahan (ke-47). Kenapa kromosom tambahan itu ada? Kemungkinan kesehatan sperma dan sel telur ikut terlibat. Penderita Down Syndrome memiliki wajah yang bundar, tengkorak yang rata, lipatan kulit tambahan sepanjang kelopak mata, lidah yang menonjol keluar, tungkai dan lengan pendek, dan keterbelakangan kemampuan motorik dan mental.
Penyembuhan : pembedahan, intervensi awal, perangsangan bayi, dan program belajar khusus.
3. Anemia Sel Sabit (Sickle-cell anemia), kelainan darah yang menghambat pasokan oksigen tubuh. Dapat menyebabkan pembengkakan tulang persendian, krisis sel sabit, kegagalan jantung dan ginjal. Sel darah merah biasanya berbentuk seperti cakram atau piringan hitam. Sel-sel ini mati dengan cepat sehingga terjadi anemia dan kematian individu secara dini.
Penyembuhan : penisilin, pengobatan menghilangkan rasa sakit, antibiotic, transfuse darah.
4. Klinefelter Syndrome, suatu kelainan genetic di mana laki-laki memiliki kromosom X tambahan. Menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY sebagai ganti XY. Pertambahan kromosom ini menyebabkan abnormalitas fisik. Buah pelir laki-laki yang mengidap kelainan ini tidak berkembang dan biasanya mereka memiliki buah dada yang besar dan menjadi tinggi.
Penyembuhan : terapi hormon
5. Turner Syndrome, perempuan kehilangan satu kromosom X, menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XO sebagai ganti XX. Syndrome ini menyebabkan abnormalitas fisik, keterbelakangan mental, dan tidak berkembang secara seksual.
Penyembuhan : terapi hormone
6. Anencephaly, kelainan pembuluh saraf yang menyebabkan otak dan tengkorak cacat; kebanyakan anak-anak meninggal pada saat kelahiran.
Penyembuhan : pembedahan
7. Cystic fibrosis, disfungsi kelenjar yang mempengaruhi produksi getah; pernapasan dan pencernaan terhambat, mengakibatkan pendeknya masa hidup.
Penyembuhan : terapi fisik dan oksigen, synthetic enzymes, dan antibiotic
8. Spina Bifida, kelainan saluran saraf yang menyebabkan abnormalitas tulang belakang dan otak.
Penyembuhan : pembedahan korektil pada saat kelahiran, alat ortopedi, dan terapi fisik/medik
9. Thalassemia, kelompok kelainan darah bawaan yang menyebabkan gejala kuran darah yang mulai lesu dan lemah hingga kegagalan hati.
Penyembuhan : tranfusi darah dan antibiotic

TES PENENTU KETIDAKNORMALAN

Para ilmuwan telah mengembangkan sejumlah tes untuk menentukan apakah janin berkembang secara normal.

1. Amniocentesis, suatu prosedur medis prakelahiran dengan cara menyedot dan menguji suatu sample cairan amnion (ketuban) untuk menemukan apakah janin mengalami kelainan kromosomal atau mentabolis. Amniocentesis dilaksanakan antara kehamilan minggu ke-12 dan ke-16. Semakin awal dilaksanakan semakin berguna dalam memutuskan apakah kehamilan harus diakhiri.
2. Ultrasound sonography, suatu prosedur medis prakelahiran yang mengarahkan gelombang suatu frekuensi tinggi ke perut perempuan yang hamil. Gema dipindahkan ke dalam tayangan visual struktur bagian dalam janin.
3. Chorionic villus test (CVT), suatu prosedur medis prakelahiran yang mengangkat suatu sample kecil ari-ari (plasenta) antara kehamilan minggu ke-8 dan ke-11.
4. Tes darah ibu (maternal blood test), suatu bentuk teknik diagnostic prakelahiran yang digunakan untuk mengukur tingkat protein alfa darah dan diasosiasikan dengan kelainan saluran saraf.

Sumber bacaan:

Santrock, J. Life-Span Development

 

7 Responses to “Kelainan genetik dan kromosom”

  1. hdadli Says:

    haduh…kloo di pipi ad tompel gede idup berdenyut2 klo d pencet..
    suka gi2t tangan orang…
    kelainan apa yak??
    jdi takut gmn keturunan saia…
    jng2 besok tompel a nambah…..mending klo pas di tengah kening…
    india neci2……..:P
    uos…ad si tom…..*kabuurr ngaciirrrr

  2. syraru Says:

    Klinefelter Syndrome, suatu kelainan genetic di mana laki-laki memiliki kromosom X tambahan. Menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY sebagai ganti XY. Pertambahan kromosom ini menyebabkan abnormalitas fisik. Buah pelir laki-laki yang mengidap kelainan ini tidak berkembang dan biasanya mereka memiliki buah dada yang besar dan menjadi tinggi.

    nyeremin…

    bisa disembuhin ya sis?

  3. OPie ... Says:

    syraru: menurut sumber yang saya baca siy penyembuhannya dengan terapi hormon. NIh, ada sedikit referensi tentang pengobatannya:

    Pengobatan

    Pada masa kanak-kanak, penderita seringkali mengalami keterlambatan dalam berbicara dan mungkin mengalami kesulitan dalam belajar membaca dan menulis. Jika tidak diobati, gangguan berbahasa ini bisa menyebabkan kegagalan di sekolah dan mengurangi rasa percaya diri. Pengobatan terhadap gangguan berbahasa sebaiknya dilakukan pada awal masa kanak-kanak.

    Pada saat penderita berusia 10-12 tahun, perlu dilakukan pengukuran testosteron dalam darahnya secara periodik (misalnya setiap tahun). Jika kadarnya rendah (sehingga tidak terjadi perubahan seksual yang seharusnya dialami setiap anak laki-laki pada masa pubertas) atau jika timbul gejala yang disebabkan oleh gangguan metabolisme hormon, maka dilakukan pengobatan dengan pemberian hormon testosteron.

    Yang paling sering digunakan adalah depotestosteron, yang merupakan hormon testosteron sintetis, disuntikkan 1 kali/bulan. Sejalan dengan pertambahan umur penderita, secara bertahap dosisnya perlu ditingkatkan dan diberikan lebih sering. Hasil dari pengobatan adalah perkembangan fisik dan seksual yang normal, yaitu berupa pertumbuhan rambut kemaluan, penambahan ukuran penis dan skrotum (kantung zakar), pertumbuhan janggut, suara menjadi lebih dalam serta otot lebih berisi dan lebih kuat.
    Keuntungan lain yang diperoleh dari terapi testosteron adalah:
    -Pikiran lebih jernih
    -Lebih bertenaga
    -Tremor (tangan gemetar) berkurang
    -Pengendalian diri yang lebih baik
    -Dorongan seksual lebih besar
    -Lebih mudah menyesuaikan diri di sekolah dan tempat bekerja
    -Lebih percaya diri

    Untuk pembesaran payudara bila perlu dapat dilakukan terapi pembedahan.
    Pria dewasa mampu menjalani fungsi seksual yang normal (ereksi dan ejakulasi), tetapi karena buah zakarnya tidak berkembang maka tetap tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang normal.

    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/
    http://www.medicastore.com/med/
    Price,Sylvia Anderson. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit. ed-6. Jakarta: EGC,2005.

  4. Na Says:

    apakah ada yang tahu Amniocentesis bisa dilakukan dimana di Jakarta?

  5. sri Says:

    Dear,

    mba saya mau bertanya sedikit nih kebetulan saya punya adik yang berpacaran dengan sepupu sendiri tetapi beda nenek. Saat ini dia sedang bingung dan ingin melakukan test takut jangan2 nanti keturunannya ada kelainan apakah untuk mengetahui hal tersebut dapat di lakukan test tertentu? dan saya juga mohon informasinya mengenai rumah sakit mana dan dokter siapa untuk melakukan test tersebut. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

    regards,
    sri

  6. aroon Says:

    aslmulikum, maaf saya butuh penjelasan tentang klinefelter sindrom ada gak ya?


Leave a Reply