^Katakan dengan Kata^

it’s the freedom of me

Kurangi Lupa Desember 27, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 1:53 pm
Tags:

Lupa/ lupa lupa lupa/ lupa lagi liriknya. Begitu lirik lagu Kuburan Band yang menceritakan kelupaannya dan kesusahannya mengingat lirik lagunya. Lupa memang manusiawi, mungkin tak mampu kita atasi. Tapi, tak ada salahnya kan kalau kita berusaha mengurangi lupa itu? Tanpa harus mandi (seperti di video klipnya, hehehe), inioke.com punya beberapa cara buat kamu untuk mengurangi lupa. Cara ampuh untuk mengurangi lupa tentu dengan meningkatkan daya ingat. Nah, bagaimana ya agar daya ingat kita meningkat?
Sepertinya, kita butuh tambahan waktu. Misalnya, jika teman-teman lain belajar di rumahnya hanya satu jam, mungkin kita butuh waktu satu setengah jam. Aktivitas belajar kita mesti intens, dengan mengulang-ulang pelajaran. Contoh lainnya, kalau ingin mengahafal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, rajin-rajinlah ikut upacara dan simak pembacaannya.
Alternatif lainnya, kita bisa membuat singkatan-singkatan yang akan memudahkan kita untuk mengingat sesuatu. Misalnya, ketika duduk di sekolah dasar, kita sudah diperkenalkan dengan singkatan warna pelangi, yaitu ‘mejikuhibiniu.’ Begitu pula dengan singkatan-singkatan lainnya.
Jika mencatat, usahakanlah catatanmu seindah mungkin hingga kamu tertarik untuk membacanya. Warna-warni juga dapat membantu kamu untuk mengingat. Misalnya, yang ditulis dengan tinta merah adalah nama-nama orang yang pernah menjabat sebagai sekjen PBB.
Untuk mengingat angka, akan lebih efektif jika kamu mengelompokkannya. Misalnya, mengingat nomor handphone . Dikelompokkan menjadi empat bagian. Contohnya, nomor handphone nya menjadi 0813 478 923. Tentu akan lebih mudah mengingatnya.
Jadi, jika ingin mengingat sesuatu, yang terpenting adalah perhatian dan buatlah informasi itu semenarik mungkin. Jika ada perhatian dan kita merasa tertarik, lupa akan dapat dikurangi. Selamat mencoba, ya! Semoga tak lupa lagi.***
(Opie)

sumber: www.inioke.com

 

Aku Jenuh Desember 27, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 1:43 pm
Tags:

Jemu, bosan, padat, penuh, huh! Ketika kita merasa jenuh, kita merasa seakan-akan apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah kita pelajari, tak ada kemajuannya, tak ada hasilnya. Jadinya mubazir saja. Tapi, tenang. Kejenuhan ini biasanya tidak berlangsung selamanya. Hanya dalam rentang waktu tertentu saja, misalnya seminggu, tiga hari, atau beberapa hari saja. Tapi, tidak jarang di antara kita yang mengalami kejenuhan berkali-kali.
Kenapa ya, bisa jenuh? Nah, jenuh itu dapat terjadi jika kita telah kehilangan motivasi. Pada umumnya, kejenuhan dapat terjadi karena bosan dan letih. Bisa pula jenuh ini disebabkan karena cemas. Karena cemas dengan patokan keberhasilan yang dianggap terlalu tinggi, sedangkan kemampuan kita belum tentu dapat mencapainya. Situasi yang kompetitif akan menuntut kerja intelek yang berat.
Bagaimana jika kita sudah merasa jenuh? Apakah kita akan menuruti kejenuhan itu? Tentu tidak. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa jenuh tersebut. Hal penting yang harus dilakukan di awal-awal adalah beristirahat serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Jangan pula lupa memperhatikan lingkungan kita, Misalnya, di dalam sebuah ruang belajar diatur kembali posisi letaknya, perlengkapan belajar, dll. Suasana ruangan yang baru akan membikin suasana hati dan pikiran kita fresh, kan?
Satu hal yang perlu diinap-inapkan adalah semoua orang pernah berbuat salah. Kesalahan-kesalahan itu membuat kita menyadari bahwa kita harus tetap belajar dan belaja r kembali. Dan, jangan lupa untuk memotivasi diri sendiri. Semoga jenuhmu pergi jauh!
(Opie)

sumber: www.inioke.com

 

Mencari Motivator yang Oke Desember 27, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 1:39 pm
Tags:

Dalam perbincangan Galih dan Tari pada suatu waktu, Galih bercerita bahwa beberapa hari ini ia terlalu asyik dengan kesibukan barunya menjadi Ketua Panitia Pensi Sekolah. Kadang, ia tak masuk kelas. Kadang, ia tak mengerjakan tugas.

Sebagai teman yang baik, Tari berpikir, hendaknya ia memberikan saran untuk Galih. Ia pikir, Galih perlu motivasi belajar. Galih pun tahu bahwa ia perlu motivasi belajar. Bertopang dagu mereka berdua memikirkan cara untuk memotivasi Galih untuk belajar.
Tak berapa lama, Tari angkat bicara. Galih sebaiknya bergaul dengan orang-orang yang senang belajar. Sudah menari-nari di kepala Galih, siapa-siapa teman-temannya yang senang belajar. Putra, Rara, Gea, dan Ratna. Mereka senang belajar. Hmm, sepertinya Galih yakin akan bergaul dengan mereka berempat.

Berikutnya, Galih sebaiknya belajar apapun, Itu kuncinya. Jadi, belajar tak boleh milih-milih. Matematika, oke. Fisika, tampaknya menyenangkan. Bahasa Indonesia, asyik juga. Tari pikir, belajar dari internet juga sangat bagus. Seperti yang kita tahu, internet menyediakan semuanya. Segala macam pengetahun yang kita butuhkan ada di sana.

Galih kini perlu bergaul dengan orang yang optimis dan selalu berpikiran positif. Dengan begitu, Galih akan ikut-ikutan termotivasi untuk belajar. Setidaknya, kecipratan semangat belajar dan pemikiran positif mereka.
Dan yang paling penting adalah cari motivator. Motivator tak selalu harus orang (teman, orangtua, dll), tetapi buku dan pengalaman dapat dijadikan motivator yang baik. Tapi, Tari sudah yakin bahwa ia akan memilih motivator yang bukan buku, bukan pengalaman. Harap-harap cemas ia menunggu-nunggu tanggapan dari Galih.

“Aku akan meminta Ratna untuk jadi motivatorku,” ucap Galih.
Rona wajah Tari berubah. Ia kecewa. Selama ini ia menyimpan rasa suka pada Galih.
Namun, semuanya berpulang kepada Galih, juga teman-teman inioke.com. Motivasi belajar tidak akan terbentuk jika kita tidak punya keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi diri kita. (Opie)

sumber: www.inioke.com

 

Aku Anoreksia Nggak,Ya? Desember 27, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 1:34 pm
Tags:

Nana tiba-tiba menolak pemberian coklat dariku. Ia bilang, ia tak menyukai coklat lagi. Kemarin, ketika teman-teman mengajaknya makan es krim, Nana juga tak mau. Katanya, ia takut menjadi gendut. Jika dilihat sekarang, ia tak mengalami kelebihan berat badan. Berat badannya saja 35 kg. Tapi, Nana tetap ingin diet. Ibunya bilang, ketika makan di rumah, Nana selalu tak mau makan. Takut berat badannya bertambah. Ujung-ujungnya, setelah dipaksa ibu, Nana hanya makan beberapa sendok nasi saja. Kemudian, ia berlari ke kamarnya dan mengamati tubuhnya sendiri berjam-jam. Sesekali ia membelitkan jari-jarinya di sekitar pinggang. Mengukur apakah ia semakin kurus atau tidak.
Pernah mengalami hal seperti Nana? Ingat-ingat dulu, kamu pernah khawatir berlebihan dengan berat badanmu atau tidak. Jangan sampai diet berlebihan, ya. Kamu bisa saja didiagnosis menderita gangguan makan seperti Nana.
Anoreksia nervosa, namanya. Anoreksia nervosa ini merupakan salah satu dari gangguan makan yang melibatkan upaya yang keras untuk kurus dengan cara melaparkan diri. Istilah anoreksia artinya kehilangan selera makan, sedangkan nervosa mengindikasikan bahwa hilangnya selera makan tersebut memiliki sebab emosional. Ketika upaya melaparkan dirinya itu berlarut-larut hingga kandungan lemak di dalam tubuh sudah mencapai batas minimum, biasanya menstruasinya berhenti dan perilakunya sering menjadi hiperaktif.
Buat kita yang remaja, harus berhati-hati dengan gangguan makan satu ini. Anoreksia nervosa ini biasanya muncul pada awal hingga pertengahan masa remaja. Hanya sekitar lima persen laki-laki yang menderita anoreksia, selebihnya adalah perempuan. Kebanyakan penderita anoreksia adalah mereka yang berasal dari keluarga-keluarga berpendidikan tinggi dan berpenghasilan menengah ke atas.
Jangan kira penderita anoreksia ini tak berminat pada makanan. Mereka ternyata memilki minat yang besar pada makanan. Misalnya, mereka memasak untuk orang lain, berbicara tentang makanan, suka menonton orang lain yang sedang makan.
Kira-kira apa ya yang menyebabkan gangguan makan ini? Banyak factor yang menjadi penyebab anoreksia. Ada factor fisiologis, psikologis, dan factor social. Dari seri fisiologis, anoreksia ini berfokus pada hipotalamus. Hipotalamus merupakan pusat otak yang penting dalam pengaturan rasa lapar dan haus. Jika ditinjau pula dari segi psikologis, mungkin saja ia memiliki motivasi untuk diperhatikan. Mungkin pula karena kekangan orangtua. Kadang, keluarga menuntut mereka untuk berprestasi, meskipun mereka tidak mampu untuk itu. Tuntutan itu membuat mereka merasa tidak mampu mengendalikan diri. Nah, dengan cara membatasi makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka, penderita anoreksia ini merasa mampu mengendalikan diri.
Selain kedua factor itu, faktor social adalah yang paling sering mendorong orang untuk melaparkan diri. Tren masa kini adalah tubuh kurus tinggi. Ketika remaja memasuki tahap pubertas, perhatiannya terpusat pada penampilan seperti berat badan. Remaja putri mengalami pertambahan jumlah jaringan lemak hingga akan mudah gemuk jika mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Memang, kenyataannya sekarang wanita ingin terlihat langsing. Banyak yang menganggap tubuh kurus tinggi langsing seperti artis itu tubuh ideal seorang wanita. Kurus membuat mereka tampak cantik. Apalagi kalau sudah diledek teman dan orang lain. “Gendut!” Wah, bisa gencatan senjata untuk menguruskan badan. Nah, banyak factor yang menimbulkan gangguan makan itu, kan?
Sebenarnya, yang penting adalah tubuh yang sehat, tak peduli gemuk atau kurus. Tubuh ideal memang berubah dari masa ke masa. Pada abad ke-17, perempuan gemuk dikatakan cantik. Tahun 1970-an, tubuh ideal sudah semakin langsing saja hingga kini. Citra tubuh ini membuat remaja tidak percaya diri dan tak menerima kondisi dirinya yang sebenarnya. Remaja seperti ini beranggapan bahwa kepercayaan diri itu akan muncul ketika mereka mempunyai tubuh yang sempurna, yang kurus itu.
Melaparkan diri sendiri ini membuat penderita harus menerima konsekuensi biologis. Misalnya, tekanan darah yang sering turun, denyut jantung melambat, pencernaan bermasalah, massa tulang berkurang, kulit menjadi kering, kuku jari mudah patah, gangguan menstruasi, dan mungkin terjadi anemia ringan. Psikologis mereka juga terganggu. Contohnya, sulit berkonsentrasi, merasa tidak berharga, tak berminat untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri, bahkan depresi. Mau? Tentu tidak. Maka, tetaplah mejaga kesehatan. Yang perlu diingat adalah gemuk atau kurus itu sama saja, yang penting sehat. Kemungkinan terburuk anoreksia nervosa ini adalah kematian karena komplikasi fisik penyakit tersebut. Sekitar 70 persen penderita anoreksia dapat sembuh setelah menjalani masa penyembuhan selama enam atau tujuh tahun. (Maghriza Novita Syahti)

sumber: http://inioke.com/index.php

 

Cari Teman Lagi Desember 27, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — OPie ... @ 1:28 pm
Tags:

Ketika bangun pagi ini, Dina pikir, mimpi buruknya dimulai. Hari ini adalah hari pertamanya di sekolah yang baru. Ia baru saja pindah sekolah ke luar kota karena ayahnya dipindahtugaskan. Bagi Dina, hari ini adalah hari terberat dalam hidupnya. Ia harus memulai kembali mencari teman, padahal di sekolah yang lama ia sudah punya teman yang banyak. Harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru. Tapi, semalam ia sudah meminta saran Hani, teman lamanya. Dina berencana melakukan tahap-tahap mencari teman baru menurut Hani itu.

Memasuki gerbang sekolah yang baru, Dina gugup sekali. Apalagi berjalan di sekeliling orang-orang yang belum kita kenal. Hani bilang, tersenyum saja. Orang-orang akan beranggapan bahwa kamu percaya diri, ramah, atraktif, cerdas, dan empatik. Tersenyum sembari menangkap pandangan mereka dan memancarkan cahaya seperti kilauan cahaya dari matamu. Hehe. Senyuman dan kontak mata itu sudah menggantikan kata-kata. Sudah sama dengan mengatakan, “Apa kabar? Aku senang bertemu kamu.” Jadi, kunci pertamanya adalah senyuman dan pendekatan yang ramah.

Dina memasuki kelas barunya. Lalu, duduk di deretan paling belakang. Ia masih tersenyum pada teman-teman barunya itu. Tak lama, beberapa teman menujunya. Menyodorkan tangan untuk bersalaman, lalu menyebutkan namanya. Hani bilang, orang akan lebih senang dan merasa dekat jika kamu menyebutkan namanya. Nah, tantangannya Dina harus menghafalkan nama-nama teman barunya itu.Perhatikan saja sati hal yang menarik dari teman barumu itu. Misalnya, Bunga mempunyai rambut yang bagus, hitam, dan panjang. Cara itu akan lebih memudahkan kamu untuk mengingatnya.

Teman baru bernama Bunga itu kemudian mengajak Dina ngobrol. Juga bertanya-tanya pada Dina tentang alasan ia pindah sekolah. Tentang sekolah lamanya, juga teman lamanya. Tak ada salahnya, kan, kalau Dina juga berbagi penagalaman itu dengan Bunga? Ya, mencoba untuk membiarkan orang lain mengenal dirimu.

Teringat pula Dina akan perbincangannya dengan Hani semalam. Ikut kegiatan ekstrakurikuler, bagus juga tuh! Di sana kamu akan bertemu lebih banyak teman lagi. Tak Cuma di sekolah, tak ada salahnya jika ada kegiatan lain di luar sekolah. Misalnya, komunitas seni, olahraga, dan sebagainya.

Dominique Patton, seorang penulis buku, bilang bahwa kamu bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam dua bulan dengan cara menghormati orang-orang di sekitar kamu daripada kamu mencoba dalam dua tahun dengan mengharapkan orang lain untuk menghormati kamu.
Ternyata, cari teman lagi tidak menakutkan dan bukan mimpi buruk. Selamat mencari teman baru, ya!(opie)

sumber: www.inioke.com