# Tes 1
Semester ini memang banyak sekali mata kuliah tes. Mesti diwaspadai. Kamis (20/10) lalu saya sudah menjadi observer untuk salah seorang teman saya dalam praktikum TAT nya. Saya merasa seperti menonton televisi di balik kaca hitam itu. Sepuluh kartu bergambar itu diceritakan lumayan lama oleh si testee. Tangan saya memegangi perut, si cacing sesekali bersuara.
Hingga dalam catatan observasi saya, ada satu dua simbol yang saya tulis berbentuk makanan. Hehehe.
# Tes 2
Senin (25/10) lalu giliran saya yang jadi tester TAT. Saya lumayan berjuang demi jadwal dan testee 
Ketika pendaftaran jadwal dibuka, saya sedang tidak di Sumatera Barat. Mahasiswa-mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang langganan jadi testee mahasiswa 2007 pun hampir semuanya yang sudah ada testernya. Bagaimana dengan saya?
Saya pun mendadak ditelepon Anshari tentang kabar praktikum ini. Dia bilang, Bu Yoli, dosen TAT, suruh telepon, tanyakan kapan jadwal praktikum saya. Tentunya, sebelum itu saya harus mencari testee dulu dan memastikan jadwalnya kosong ketika jadwal praktikum itu.
*Testee 1: testee tes Pauli semester lalu. Sudah diambil orang. Hwaaa…
*Testee 2: mahasiswa 2009, dan ternyata juga sudah punya tester.
*Testee 3: mahasiswa 2009, yang kosannya sebelahan dengan kos-kosan saya.
Dan, akhirnya! Bersedia.
Setelah saya sampai di Bukittinggi dan kembali ke kampus, saya pun mengonfirmasi kembali testee saya. Jawabannya bikin saya mendadak autis, sodara-sodara!
“Kak, maaf, kuliah full ternyata sehari itu. Dosennya baru ngabarin.”
Jadwal praktikum saya hanya tinggal dua hari lagi. Sempat berniat saya membawa testee dari luar Psikologi UNP. Tapi, ternyata, satu hari sebelum jadwal praktikum, testee saya kembali mengabari bahwa kuliahnya batal. Itu artinya dia bisa jadi testee! Horeee!
Ketika saya praktikum, saya memastikan diri saya bahwa ‘bukan saya yang jadi testee, jadi jangan memikirkan cerita apa-apa ketika melihat kartunya, fokus ke testee!’
#Tes 3
Lagi-lagi saya shock. Ada role play Rorschach berkelompok beberapa hari lagi. Saya segera menuliskan nama saya. Dan saya sekelompok dengan Gumi, Yona, Reni, dan Fauziah.
Berhubung saya baru dapat handout dan tidak masuk minggu lalu ketika belajar membuat kartu Ro, saya menawarkan diri menjadi testee. Hehe. Cari aman.
Semula teman-teman saya meminta saya menjadi tester. Tapi, daripada hasilnya aneh-aneh karena saya belum menguasai, saya menolak. Dan ternyata, hasilnya lebih aneh ketika saya menjadi testee. Hehe. Responnya kebanyakan. Maafkan saya, teman, akan membikin kita repot dalam menulis laporan dan skoring. Apalagi ketika inquiry, saya banyak mereject jawaban.
Hehehe.
#Tes 4
Setelah minggu lalu kuis Ro, hari ini mid test Ro. Saya benar-benar kehilangan konsentrasi belajar setelah gempa 7,2 SR itu. Hati tak tenang karena tak mendapat kabar, selain kabar telepon orangtua saya di Padang. Saya butuh televisi dan internet ketika itu. Tapi, sayangnya malam itu saya menginap di kos-kosan teman saya dan tak bawa modem, tak ada televisi.
Apalagi banyak gempa susulan setelah itu. Kasihan dengan mereka, terutama anak-anak, yang mengalami trauma. Teringat saya dengan anak-anak korban gempa 30 September 2009 lalu.
Ketika saya dan teman-teman ke sekolah dasar, bermain bersama mereka. Saya ingat, salah seorang dari siswa kelas dua SD itu bilang ke teman-temannya di depan kelas: “Kita boleh tak punya rumah lagi, sekolah kita boleh runtuh, kita boleh tak punya orangtua ataupun saudara, tapi kita tidak boleh kehilangan semangat belajar.”
Oke, kembali ke TES.
Saya, Fina, Ant, Rani, Umi, dan Cia kembali ke Ro. Kami melihat kembali gambar-gambar dari kesepuluh kartu itu. Tiba-tiba, banyak sekali respon yang muncul dari saya. Ada penambahan respon. Hehehe. Dan tiba-tiba banyak di antara sepuluh kartu itu yang mendadak mengerikan. Banyak sekali gambar-gambar horor di sana. Karena terlalu banyak gambar, saya kesulitan mengotak-kotakkan gambar I, II, III, dan seterusnya di pikiran saya. Semuanya melebur.
# Tes 5
Saatnya mid Ro! Banyak catatan untuk diri saya ketika mid test ini selesai.
Hafalkan nama-nama asing.
Proses recall saya bermasalah.
Padahal saya sudah hafal betul sejarah Ro itu. Justinus Karnel di Laboratorium Tubingan Jerman. Saya hanya menulis Laboratorium T….. Jerman. XD *Lupa*
Tubingan itu serasa nama tempat di Indonesia, ya? Hehe. Masalah nama asing ini juga dialami oleh tiga orang teman yang lembar jawabannya saya periksa. Yang seharusnya Emil Oberhelzer, dia malah nulis Hauhelherzel/ Obelheragoer. Sedangkan untuk Bruno Klofer, ada yang nulis Kohler.
Hafal karakteristik masing-masing kartu.
Jangan sampai kartunya kebalik. Saya jadi ingat ketika kuis Ro, saya malah menjawab ‘kartu kosong’. Hehehe, padahal kartu kosong kan di TAT!
Hafal juga pertanyaan-pertanyaan inquiry.
Jangan pakai perasaan menebak-nebak pertanyaan inquiry untuk determinan apa.
Seandainya ada remedial untuk mid test Ro ini, saya mendaftar!